Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Cara Menggunakan Fitur Disappearing Messages WhatsApp
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pengguna WhatsApp dapat mengirim pesan yang akan hilang secara otomatis dengan menyalakan fitur Disappearing Messages atau Pesan Sementara.
Pengguna dapat memilih opsi Pesan Sementara yang akan hilang setelah 24 jam, tujuh hari, atau 90 hari.
Setelah diaktifkan, pesan baru yang dikirim pengguna akan hilang setelah durasi waktu yang dipilih.
Pengaturan ini hanya akan berlaku pada pesan yang baru dikirim.
Pesan yang dikirim atau diterima sebelum fitur Pesan Sementara diaktifkan tidak akan terpengaruh.
Dilansir dari laman resmi WhatsApp, berikut ini cara menggunakan fitur Disappearing Messages:
1. Cara mengaktifkan fitur Disappearing Messages
Baik pada chat individual atau grup, pengguna dapat mengaktifkan fitur Disappearing Message.
Pertama, buka chat WhatsApp > ketuk nama kontak atau grup > pilih Disappearing Messages atau Pesan Sementara dengan ikon jam garis-garis > jika diminta, ketuk Lanjut > pilih 24 jam, tujuh hari, atau 90 hari.
2. Cara menonaktifkan fitur Disapppearing Messages
Untuk menonaktifkannya, lakukan hal serupa. Buka chat WhatsApp > ketuk nama kontak atau grup > pilih Disappearing Messages > jika diminta, ketuk Lanjut > pilih Mati.
Perlu dicatat bahwa pengguna yang mengaktifkan fitur Disappearing Messages akan memunculkan pemberitahuan dalam grup atau sebelah foto profil kontak, sehingga pengguna lainnya akan tahu. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1966 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1791 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1323 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1201 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah