Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
WHO Soroti Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder
BERITABALI.COM, DUNIA.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO tengah menyoroti wabah bakteri salmonella yang disebabkan telur cokelat kinder dengan jumlah korban mencapai 151 orang di Eropa. Hal yang mengkhawatirkan, sebagian besar bakteri salmonella yang menginfeksi masuk golongan bakteri resisten obat atau resistensi antibiotik (AMR).
Resistensi antibiotik adalah ketika obat antibiotik kehilangan kemampuannya untuk menghentikan pertumbuhan bakteri, atau tidak mampu membunuh bakteri.
Setelah mengonsumsi cokelat telur yang diproduksi Ferrero N.V/S.A di Belgia, sebagian besar korban langsung jatuh sakit diare dan muntah.
Salmonella adalah jenis bakteri yang relatif umum, dengan beberapa strain berbeda dan menyebabkan penyakit pada manusia.
Tapi strain salmonella typhimurium yang menyebabkan wabah ini, masuk kelompok yang berbahaya, karena resisten pada enam jenis antibiotik. Beruntungnya, resistensi bakteri ini tidak berlaku pada obat lini pertama yang digunakan untuk mengobati salmonella yang parah.
Kini laporan menunjukan sembilan orang dirawat di rumah sakit dengan infeksi salmonella parah setelah mengonsumsi cokelat.
Diprediksi ada kemungkinan, kasus rawat inap yang lebih banyak, tapi data WHO hanya memiliki 21 data kasus gejala dan tingkat keparahan tinggi. Beruntung, tidak ada kasus kematian yang dilaporkan terkait wabah ini.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1962 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1781 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1316 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1194 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah