Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Fenomena Langka Penampakan Bulan Hitam Jelang Lebaran
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bulan Hitam (Black Moon) akan dapat dilihat di penghujung Ramadhan. Jenis Bulan langka ini akan menghasilkan Gerhana Matahari pada Sabtu (30/4/2022) tepat sebelum Idul Fitri dilaksanakan.
Tergantung pada penampakan pertama fase Bulan Sabit, Idul Fitri jatuh pada Minggu (1/5/2022) atau Senin (2/5/2022). Bulan April atau bulan Syawal bagi umat Islam juga akan menandai dua peristiwa langit lainnya.
Pertama, pendekatan Venus dan Jupiter yang terjadi tepat sebelum Matahari terbit pada Sabtu. Kedua, puncak hujan meteor Eta Aquarid pada 4-5 Mei 2022. Menurut Time and Date, Bulan Hitam bukan istilah astronomi resmi namun peristiwa tersebut menunjukkan dua situasi di mana Bulan baru yang langka ini terjadi.
Umumnya, Bulan baru terjadi ketika Bulan sepenuhnya dalam bayangan dari perspektif Bumi dan merupakan satu-satunya keselarasan, di mana Gerhana Matahari dapat terjadi, meskipun jarang.
Dilansir dari Space.com, Jumat (29/4/2022), dua jenis Bulan Hitam adalah Bulan baru kedua dalam satu bulan kalender atau Bulan baru ketiga dalam musim empat Bulan baru.
Bulan Hitam pada penghujung April cocok dengan definisi pertama, meskipun sayangnya tidak dapat diamati. Pengamat hanya dapat melihat gerhana Matahari yang dihasilkannya, baik secara langsung atau online, saat Bulan melewati sebagian Matahari dari sudut pandang Bumi.
Gerhana Matahari sebagian pada 30 April ini hanya dapat dilihat di beberapa wilayah di Antartika, Amerika Selatan, Samudra Pasifik dan Atlantik. Gerhana akan dimulai pada pukul 14:45 EDT atau sekitar pukul 1:35 WIB pada 1 Mei.
Waktu Gerhana maksimum akan terjadi pada 16:41 EDT atau sekitar 3:41 WIB pada 1 Mei dan Gerhana akan berakhir pada 18:37 EDT atau sekitar pukul 5:37 WIB pada 1 Mei. Menurut NASA, sekitar 64 persen dari piringan Matahari akan tertutupi Bulan.
Pengamat yang tinggal di wilayah yang telah disebutkan di atas dapat mempersiapkan peralatan untuk mengamati Gerhana Matahari. Pastikan untuk menggunakan kacamata pelindung saat mengamatinya.
Saat Matahari terbit pada 30 April, pengamat akan dapat melihat Venus dan Jupiter dalam konjungsi atau pendekatan yang langka. Setelahnya pada 4-5 Mei, pengamat dapat menyaksikan sisa-sisa komet Halley, memasuki atmosfer Bumi untuk menghasilkan hujan meteor Eta Aquarid.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4253 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1981 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1816 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1515 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1280 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan