Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kebiasaan Duduk Berjam-jam Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Jumat, 29 April 2022, 14:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Kebiasaan Duduk Berjam-jam Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Jika Anda sering menghabiskan banyak waktu untuk duduk di depan layar komputer, menonton film atau lainnya, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang duduk selama 10 jam atau lebih sehari berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke, daripada mereka yang duduk 5 jam atau lebih sedikit setiap hari.

Karena, kebiasaan duduk terlalu lama bisa merusak kadar gula darah, tekanan darah, dan juga kesehatan tulang. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah di pembuluh darah yang bisa berakibat fatal.

Jika Anda menderita salah satu penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah, kolesterol atau bahkan osteoporosis, Anda harus sangat memperhatikan gaya hidup yang dijalani. Karena, gaya hidup yang jarang bergerak dan keseringan duduk salah satu yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Dr. Ritwick Raj Bhuyan, Ahli Bedah Kardiotoraks dan Vaskular, Fortis Escorts Heart Institute menjelaskan bagaimana duduk berjam-jam dapat menyebabkan masalah dengan berbagai fungsi tubuh.

"Duduk biasanya meningkatkan tekanan darah dan risiko diabetes, kelebihan lemak di sekitar lingkar pinggang, meningkatkan kadar kolesterol darah dan dapat menyebabkan obesitas," kata Dr. Bhuyan.

Selanjutnya, ahli jantung menjelaskan bagaimana seseorang mungkin mulai menghadapi masalah pada otot leher dan punggung mereka saat terlalu sering duduk. Duduk berjam-jam ini bisa melukai cakram kunci tubuh mereka.

Gerakan fisik juga penting untuk tulang Anda. Dr. Bhuyan mengatakan risiko seseorang terkena osteoporosis dan melemahnya tulang meningkat saat mereka duduk berjam-jam.

"Tubuh kita menekan tulang saat kita berjalan atau membuat gerakan. Ini membuat tubuh sehat dengan menghasilkan jaringan tulang baru oleh sel khusus," kata ahli terebut.

Sedangkan, duduk berjam-jam membatasi gerakan tubuh yang mengakibatkan ada lebih sedikit jaringan tulang baru yang membuat tulang rapuh.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami