Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Kebiasaan Duduk Berjam-jam Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Jika Anda sering menghabiskan banyak waktu untuk duduk di depan layar komputer, menonton film atau lainnya, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang duduk selama 10 jam atau lebih sehari berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke, daripada mereka yang duduk 5 jam atau lebih sedikit setiap hari.
Karena, kebiasaan duduk terlalu lama bisa merusak kadar gula darah, tekanan darah, dan juga kesehatan tulang. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah di pembuluh darah yang bisa berakibat fatal.
Jika Anda menderita salah satu penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah, kolesterol atau bahkan osteoporosis, Anda harus sangat memperhatikan gaya hidup yang dijalani. Karena, gaya hidup yang jarang bergerak dan keseringan duduk salah satu yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
Dr. Ritwick Raj Bhuyan, Ahli Bedah Kardiotoraks dan Vaskular, Fortis Escorts Heart Institute menjelaskan bagaimana duduk berjam-jam dapat menyebabkan masalah dengan berbagai fungsi tubuh.
"Duduk biasanya meningkatkan tekanan darah dan risiko diabetes, kelebihan lemak di sekitar lingkar pinggang, meningkatkan kadar kolesterol darah dan dapat menyebabkan obesitas," kata Dr. Bhuyan.
Selanjutnya, ahli jantung menjelaskan bagaimana seseorang mungkin mulai menghadapi masalah pada otot leher dan punggung mereka saat terlalu sering duduk. Duduk berjam-jam ini bisa melukai cakram kunci tubuh mereka.
Gerakan fisik juga penting untuk tulang Anda. Dr. Bhuyan mengatakan risiko seseorang terkena osteoporosis dan melemahnya tulang meningkat saat mereka duduk berjam-jam.
"Tubuh kita menekan tulang saat kita berjalan atau membuat gerakan. Ini membuat tubuh sehat dengan menghasilkan jaringan tulang baru oleh sel khusus," kata ahli terebut.
Sedangkan, duduk berjam-jam membatasi gerakan tubuh yang mengakibatkan ada lebih sedikit jaringan tulang baru yang membuat tulang rapuh.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4253 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1981 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1816 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1515 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1280 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan