Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Kekeringan di AS Buat Mayat 4 Dekade di Danau Ditemukan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mayat yang diduga berusia empat dekade dan dibuang di sebuah danau AS ditemukan. Pada Senin (2/5), polisi mengatakan jumlah mayat bisa terus bertambah karena air danau surut akibat kekeringan yang memburuk.
Mayat itu ditemukan ketika beberapa orang pelaut di Danau Mead dekat Las Vegas menemukan tong berkarat pada akhir pekan lalu. Tong itu ternyata berisikan mayat.
Detektif yang menyelidiki misteri tersebut mengatakan kontainer itu telah berada di reservoir sejak 1980-an.
"Ini akan menjadi kasus yang sangat sulit untuk dipecahkan," kata polisi Metro Las Vegas Ray Specer kepada 8newsnow.com seperti dilansir AFP, Senin (2/5).
"Saya akan mengatakan ada peluang yang sangat bagus ketika permukaan air turun sehingga kita akan menemukan sisa-sisa manusia tambahan."
Kawasan di sekitar Las Vegas secara historis menjadi sarang kejahatan terkait mafia yang diyakini membuang mayat musuh mereka ke perairan dalam. Kekeringan bersejarah yang melanda sebagian besar Amerika Serikat bagian barat membebani sumber air, dengan waduk dan danau turun ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Danau Mead, yang dialiri Sungai Colorado setelah melewati Grand Canyon, adalah waduk buatan manusia terbesar di Amerika Serikat. Itu dibuat pada 1930-an dengan pembangunan Bendungan Hoover dan memasok air minum ke 25 juta orang.
Namun, levelnya saat ini hanya 321 meter. Level tersebut menjadi yang terendah sejak 1937.
Otoritas air pada April 2022 mengatakan katup masuk - pipa yang mengambil air untuk dibersihkan dan digunakan manusia - sekarang terlihat. Itu menjadi indikator kesehatan reservoir yang mengkhawatirkan.
Para ilmuwan mengatakan megadrought selama beberapa dekade di AS barat sedang diperburuk oleh pemanasan global buatan manusia.
Pembakaran bahan bakar fosil yang tidak terkendali telah menyebabkan planet kita menghangat, mengubah pola cuaca dan memicu badai dahsyat di beberapa daerah sementara yang lain memanggang dalam kekeringan yang menyakitkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4227 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1974 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1804 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1507 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan