Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Bos Goldkoin Mangkir Dipanggil Polisi, Ini Alasan Kuasa Hukumnya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Baru sebatas pemanggilan pertama, bos PT Goldkoin Sevelon International (GSI) Rizki Adam memilih mangkir panggilan penyidik Unit V Satreskrim Polresta Denpasar.
Sebelumnya, terlapor asal Padang Sumatera Barat itu dilaporkan dalam kasus dugaan investasi bodong ke Polda Bali dan Polresta Denpasar dengan kerugian miliaran rupiah.
Sementara dalam laporan ke Polresta Denpasar para korban atau para member PT. GSI mengaku mengalami kerugian sekitar Rp750 juta. Mereka merasa tertipu dan meminta uangnya dikembalikan oleh terlapor Rizki Adam.
"Kerugian para korban yang melapor sekitar Rp 750 juta," ujar sumber petugas, pada Kamis 5 Mei 2022.
Dijelaskan sumber, dalam pemanggilan pertama ini, penyidik Unit V Satreskrim Polresta Denpasar telah merampungkan pemeriksaan terhadap para saksi dengan didukung alat bukti. Pemanggilan pertama dijadwalkan pada Rabu 4 Mei 2022. Namun Rizki Adam mangkir dari panggilan Polisi.
"Dia tidak datang saat dipanggil penyidik," ungkap sumber.
Lantaran panggilan pertama mangkir, penyidik berencana akan memanggil boss PT GSI itu dalam panggilan kedua. Pemanggilan kedua ini masih direncanakan.
"Masih dijadwalkan pemanggilan kedua," bebernya.
Bagian lain, mangkirnya Rizki Adam dalam panggilan penyidik Unit V Satreskrim Polresta Denpasar disampaikan kuasa hukumnya, Ricky Kinarta Barus, Indra Tarigan dan Daniel Liando Hamonangan Sihombing.
Dijelaskanya, klienya Rizki Adam tidak datang memenuhi panggilan polisi karena sedang halal bihalal Lebaran Idul Fitri di kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat.
"Jadi, kami selaku kuasa hukum Rizki Adam telah datang ke Polresta Denpasar menyampaikan surat permohonan penundaan pemeriksaan," ucapnya pada, Rabu 4 Mei 2022.
Kuasa hukum membenarkan kliennya diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan korban ke Polresta Denpasar. Ia pun memastikan dalam panggilan berikutnya klienya Rizki Adam akan datang untuk menjalani pemeriksaan.
"Ya kami pastikan panggilan berikutnya Rizki Adam akan datang untuk diperiksa," ungkapnya.
Soal adanya pengembalian dana para member dibenarkanya. "Ya itu yang akan dilakukan klien kami. Bahkan Kapolri menyarankan kasus ini diselesaikan secara restorative justice. Yakni salah satu syaratnya dana para member dikembalikan. Usaha klien kami ini merupakan usaha nasional. Itu yang kami utamakan (pengembalian dana)," ucapnya.
Ia mengimbau ke masyarakat dan para member mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Sebelum ada putusan hakim yang inkrah, Riski Adam belum tentu bersalah. Kita ikuti proses hukumnya sampai ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap," tegas Ricky, seraya mengatakan akan melakukan pendataan ke member.
Diberitakan, boss PT GSI Rizki Adam dilaporkan ke polisi oleh puluhan para membernya di Polresta Denpasar dan di Polda Bali. Pemeriksaan yang rencananya digelar di Polresta Denpasar kemarin salah laporan dengan nomor LP: LP/362/IV/2022/SPKT SatResktim Polresta Dps/ Polda Bali tanggal 09 April 2022. Sementara laporan di Polda Bali dengan nomor Dumas/280/IV/2022/SPKT/POLDA BALI, tertanggal 8 April 2022 masih dalam proses.
Setelah laporan para member diterima, kantor pusat GSI di Jalan Nangka Selatan Nomor 66A, Kelurahan Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara disegel aparat Polresta Denpasar pada 20 April 2022 sore.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1926 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1747 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1299 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah