Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
AS Selidiki 109 Kasus Hepatitis Misterius Anak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sedang menyelidiki 109 kasus hepatitis misterius pada anak di 25 negara bagian.
Menurut CDC, dari jumlah tersebut, 14 persen pasien membutuhkan transplantasi, dan lima lain meninggal dunia. Hampir semua anak, atau lebih dari 90 persen dari jumlah itu perlu dirawat di rumah sakit.
Wakil Direktur CDC Jay Butler mengatakan penyelidikan yang dikerjakan atas kemitraan antara CDC dan Departemen Kesehatan Negara Bagian situasinya masih bisa berkembang atau berubah. Ia juga mengatakan bahwa tidak semua kasus hepatitis yang kini dipelajari pada akhirnya disebabkan oleh hal yang sama.
"Penting untuk dicatat bahwa ini situasinya berkembang, dan kami menyebarkan jaring selebar-lebarnya untuk membantu memperluas pemahaman kami," kata Butler.
Secara umum, Hepatitis atau pembengkakan hati, dapat disebabkan oleh infeksi, penyakit autoimun, obat-obatan dan racun. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.
Butler mengatakan CDC telah mempertimbangkan virus-virus penyebab umum hepatitis untuk menjelaskan penyebab kasus hepatitis akut yang baru-baru ini menyerang anak kecil. Tetapi, virus-virus tersebut tidak ditemukan dalam kasus mana pun.
Justru ditemukan Adenovirus pada lebih dari 50 persen kasus, walaupun peranan virus tersebut hingga kini masih belum jelas. Sebelumnya pada Kamis (21/4) CDC memberi tahu dokter tentang sekelompok kasus hepatitis tidak biasa pada sembilan anak di Alabama.
Mereka lalu meminta dokter dan pejabat kesehatan masyarakat untuk melapor jika ada anak-anak di bawah usia 10 tahun dengan gejala serupa. Gejalanya antara lain, peningkatan enzim hati dan tidak bisa dipastikan itu gejala hepatitis seperti pada Oktober tahun lalu.
Sejak ada temuan itu, departemen kesehatan telah bekerja sama dengan spesialis anak di negara bagian mereka untuk mengidentifikasi kemungkinan dari kasus tersebut.
Dalam jumpa pers tersebut CDC mengatakan bahwa pihaknya telah menyelidiki beberapa kasus di sejumlah negara bagian, mulai dari Alabama, Arizona, California, Colorado, Delaware, Florida, hingga Wisconsin.
CDC juga mengikuti kasus serupa yang terjadi di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara di mana anak-anak dilarikan ke rumah sakit dengan hepatitis yang tidak dapat dijelaskan.
Sementara itu pada Minggu (1/5), ada 228 kasus yang mungkin berkaitan dengan wabah hepatitis misterius akut yang terjadi di 20 negara, dengan lebih dari 50 kasus di antaranya sedang diselidiki.
Dr. Philippa Easterbrook, seorang ilmuwan senior di Program Hepatitis Global WHO, mengatakan dalam sebuah pengarahan pada Rabu (4/5) bahwa di antara kasus-kasus itu, satu anak meninggal dunia, dan sekitar 18 anak membutuhkan transplantasi hati.
Sebagian besar anak-anak datang dalam keadaan sehat lalu mereka mengalami gejala yang meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, muntah, diare, sakit perut, urine gelap, tinja berwarna terang, kulit dan mata menguning, sebuah tanda yang disebut penyakit kuning.
Di Indonesia sendiri sudah ada tiga kasus kematian anak yang diduga karena hepatitis misterius atau hepatitis akut ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4143 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1938 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1764 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1476 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1063 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan