Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Ilmuwan Temukan Sumber Mata Air di Planet Mars
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mars selama ini dikenal sebagai planet yang dingin dan kering. Namun baru-baru ini ilmuwan menemukan fakta baru bahwa Mars sebenarnya sempat memiliki air sekitar 700 juta tahun yang lalu.
Keberadaan air di Mars ini lebih baru dibandingkan perkiraan sebelumnya, yakni 3 miliar tahun yang lalu. Di mana selama periode Hesperian planet, Mars merupakan planet yang basah, sebelum akhirnya mengering.
Temuan para ilmuwan ini didasarkan pada data dari rover Zhurong China, yang merupakan bagian dari misi Tianwen-1 yang mendarat di permukaan Mars pada Mei 2021 lalu. Dari data terungkap bahwa tanah Mars mengandung mineral.
Adapun data ini dikumpulkan oleh rover selama 92 hari pertama di Mars, dari lokasi pendaratannya di Utopia Planitia. Data kemudian dikaji seorang peneliti di National Space Science Center (NSSC) di bawah Chinese Academy of Sciences (CAS).
Bersama rekannya, Yang Liu menganalisis data dari tiga instrumen berbeda, di Zhurong yang merupakan spektrometer kerusakan yang diinduksi laser (MarSCoDe), kamera pencitraan mikro teleskopik, dan spektrometer inframerah gelombang pendek. Instrumen-instrumen tersebut mempelajari mineral di Mars dan pada akhirnya disimpulkan bahwa sekitar 700 juta tahun yang lalu, jauh di zaman Amazon saat ini, di area Mars yang dinamakan Utopia Planitia ternyata sempat terdapat air.
Eva Scheller, seorang ilmuwan planet di California Institute of Technology, yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyebut bahwa temuan Yang Liu merupakan hal yang sangat menarik dan berbeda dari temuan lain.
"Bukti keberadaan air di Mars biasanya dalam bentuk mineral garam. Tapi instrumen Zhurong melihat molekul air terkunci di batu, yang sangat menarik dan berbeda dari lingkungan air cair muda lainnya yang telah diamati," kata Scheller.
"Ini berarti bahwa bentuk-bentuk tertentu dari mineral pembawa air akan terbentuk pada periode waktu yang jauh lebih lama daripada yang telah dipertimbangkan sebelumnya dalam studi ilmiah lainnya," tambahnya.
Rover Zhurong China sekarang telah menempuh jarak sekitar 1,24 mil (2 kilometer) selama lebih dari 350 hari di Mars, dan telah menganalisis berbagai fitur dalam perjalanannya. Kemungkinan akan ada lebih banyak temuan baru di masa mendatang.(sumber: sindonews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 3563 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1903 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1730 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1456 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1023 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan