Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ilmuwan Temukan Sumber Mata Air di Planet Mars

Senin, 16 Mei 2022, 16:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/sindonews.com/Ilmuwan Temukan Sumber Mata Air di Planet Mars

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Mars selama ini dikenal sebagai planet yang dingin dan kering. Namun baru-baru ini ilmuwan menemukan fakta baru bahwa Mars sebenarnya sempat memiliki air sekitar 700 juta tahun yang lalu. 

Keberadaan air di Mars ini lebih baru dibandingkan perkiraan sebelumnya, yakni 3 miliar tahun yang lalu. Di mana selama periode Hesperian planet, Mars merupakan planet yang basah, sebelum akhirnya mengering. 

Temuan para ilmuwan ini didasarkan pada data dari rover Zhurong China, yang merupakan bagian dari misi Tianwen-1 yang mendarat di permukaan Mars pada Mei 2021 lalu. Dari data terungkap bahwa tanah Mars mengandung mineral. 

Adapun data ini dikumpulkan oleh rover selama 92 hari pertama di Mars, dari lokasi pendaratannya di Utopia Planitia. Data kemudian dikaji seorang peneliti di National Space Science Center (NSSC) di bawah Chinese Academy of Sciences (CAS). 

Bersama rekannya, Yang Liu menganalisis data dari tiga instrumen berbeda, di Zhurong yang merupakan spektrometer kerusakan yang diinduksi laser (MarSCoDe), kamera pencitraan mikro teleskopik, dan spektrometer inframerah gelombang pendek. Instrumen-instrumen tersebut mempelajari mineral di Mars dan pada akhirnya disimpulkan bahwa sekitar 700 juta tahun yang lalu, jauh di zaman Amazon saat ini, di area Mars yang dinamakan Utopia Planitia ternyata sempat terdapat air.

 

Eva Scheller, seorang ilmuwan planet di California Institute of Technology, yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyebut bahwa temuan Yang Liu merupakan hal yang sangat menarik dan berbeda dari temuan lain. 

"Bukti keberadaan air di Mars biasanya dalam bentuk mineral garam. Tapi instrumen Zhurong melihat molekul air terkunci di batu, yang sangat menarik dan berbeda dari lingkungan air cair muda lainnya yang telah diamati," kata Scheller. 

"Ini berarti bahwa bentuk-bentuk tertentu dari mineral pembawa air akan terbentuk pada periode waktu yang jauh lebih lama daripada yang telah dipertimbangkan sebelumnya dalam studi ilmiah lainnya," tambahnya. 

Rover Zhurong China sekarang telah menempuh jarak sekitar 1,24 mil (2 kilometer) selama lebih dari 350 hari di Mars, dan telah menganalisis berbagai fitur dalam perjalanannya. Kemungkinan akan ada lebih banyak temuan baru di masa mendatang.(sumber: sindonews.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami