Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Swedia Daftar Anggota NATO, Tak Hiraukan Ultimatum Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Swedia resmi mendaftar sebagai anggota Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) terlepas dari ultimatum Rusia yang menolak keras langkah tersebut. Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde menandatangani dokumen aplikasi yang menandai langkah resmi Stockholm untuk bergabung dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat tersebut.
"Rasanya sangat besar, sangat serius, dan rasanya kami telah sampai pada kesimpulan yang terbaik untuk Swedia," ucap Linde pada Selasa (17/5).
"Kami tidak tahu berapa lama, tapi kami hitung (proses) ini bisa sampai satu tahun. Dalam pekan ini, pendaftaran ini akan diajukan, bersama dengan Finlandia, dalam satu atau dua hari kemudian akan diproses oleh NATO," paparnya menambahkan seperti dikutip CNN.
Sehari sebelum penandatangan dokumen tersebut, Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson menegaskan bahwa negaranya harus bergabung dengan NATO bersama dengan tetangganya, Finlandia.
Hal itu, kata Andersson dilakukan guna "memastikan keselamatan rakyat Swedia."
Swedia sampai-sampai harus mengubah haluan sebagai negara "netral" yang sudah dipegang selama tujuh dekade demi bisa bergabung dengan NATO.
Ambisi Swedia bergabung dengan NATO semakin besar selepas Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu. Parlemen Swedia bahkan sempat tegang selama beberapa pekan terakhir memperdebatkan rencana masuk NATO ini.
Namun, setelah perdebatan panjang, partai itu akhirnya memutuskan untuk mendukung pendaftaran Swedia masuk NATO. Tak lama setelah itu, sejumlah oposisi pun mengindikasikan dukungan mereka.
Banyak pihak di Swedia memang menganggap keanggotaan NATO hanya akan memicu amarah Rusia yang bisa berdampak buruk bagi negara tersebut.
Berbeda dengan Finlandia yang sempat berperang melawan Uni Soviet di Abad ke-20, Swedia sudah hidup damai sejak perang Napoleon selesai.
Tahun lalu, hanya sekitar 40 persen dari publik Swedia yang mendukung negaranya masuk NATO. Meski demikian, persepsi itu mulai bergeser ketika Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru, kini lebih dari 60 persen responden mendukung negaranya untuk mendaftar jadi anggota NATO.
"Sebelumnya, saya pikir itu tak perlu, tapi sekarang rasanya lebih baik jika ada negara-negara yang bakal membela pertahanan kami," ujar seorang warga, Cecilia Wikstron.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1606 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1418 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1214 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1059 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah