Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Anggota Garda Revolusi Iran Tewas Ditembak di Teheran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang kolonel Garda Revolusi Iran ditembak mati di luar rumahnya di Teheran, Minggu (22/5). Garda Revolusi menuding pelaku penembakan terkait dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Pembunuhan Kolonel Sayyad Khodai adalah pembunuhan paling terkenal yang diumumkan oleh Iran sejak pembunuhan ilmuwan nuklir top Mohsen Fakhrizadeh pada 2020.
Dilansir dari AFP, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa "elemen yang terkait dengan arogansi global", bertanggung jawab atas "tindakan teroris" yang merenggut nyawa Khodai.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs mereka, Khodai "dibunuh dalam serangan bersenjata yang dilakukan oleh dua pengendara sepeda motor di jalan Mojahedin-e Eslam di Teheran".
Kantor berita resmi IRNA mengatakan Khodai terbunuh dengan lima peluru saat dia kembali ke rumah sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Agensi tersebut menerbitkan gambar-gambar yang menunjukkan seorang pria merosot di kursi pengemudi sebuah mobil putih, dengan darah di sekitar kerah kemeja birunya dan di lengan kanan atas.
Kantor berita Fars melaporkan bahwa jaksa penuntut negara mengunjungi lokasi pembunuhan dan memerintahkan "identifikasi cepat dan penangkapan para pembuat tindakan kriminal ini".
Pembunuhan Khodai terjadi saat Iran dan kekuatan dunia sedang merundingkan kesepakatan untuk memulihkan pakta nuklir 2015.
Perjanjian 2015 memberikan keringanan sanksi Iran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya untuk mencegah Teheran mengembangkan bom atom - sesuatu yang selalu disangkal ingin dilakukan.
Tetapi AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu pada 2018 di bawah presiden saat itu Donald Trump dan menerapkan kembali sanksi ekonomi yang menggigit, mendorong Iran untuk mulai membatalkan komitmennya sendiri.
Negosiasi, yang bertujuan untuk membawa AS kembali ke kesepakatan dan Iran untuk sepenuhnya mematuhinya, telah terhenti selama sekitar dua bulan.
Salah satu batu sandungan utama adalah permintaan Teheran untuk menghapus Garda dari daftar terorisme AS - permintaan yang ditolak oleh Washington.
Juru bicara kementerian luar negeri Saeed Khatibzadeh menyesalkan pembunuhan Khodai.
"Kejahatan tidak manusiawi ini dilakukan oleh unsur-unsur teroris yang terkait dengan arogansi global," katanya dalam sebuah pernyataan, mencela "kebisuan negara-negara yang berpura-pura memerangi terorisme."(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1539 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1161 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1008 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 885 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah