Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 7 Juli 2026
Jual Raskin Tapi Mewah, Restoran ini Diprotes Netizen
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sejumlah Netizen Indonesia Kesal setelah mengetahui ada paket makan malam mewah dengan menu Raskin di Bali. Hal tersebut terkesan meremehkan warga berpenghasilan rendah.
Makan malam yang dicap sebagai "pengalaman" ini terdiri dari hidangan sederhana sehari-hari yang diberi perlakuan pelapisan mewah.
Yang membuat warganet kaget adalah pihak penyelenggara yang berani menamakan acara tersebut “Raskin Dining Experience”. Raskin (kependekan dari beras miskin, atau beras bersubsidi) adalah program bantuan pangan pemerintah Indonesia yang menjual beras di bawah harga pasar kepada keluarga berpenghasilan rendah.
Acara makan malam itu seharusnya berlangsung pada 24 Mei malam di Distric Joshua, sebuah kompleks vila, bar, restoran, dan ruang sewa di Tabanan. Acara ini bekerja sama dengan Bogaria Dining Experience, yang menjuluki dirinya sebagai "conceptual Indonesian food dining experience" atau pengalaman bersantap makanan Indonesia yang konseptual.
Dengan Rp300.000 (US$20,45) per orang, pengunjung akan mendapatkan lima hidangan dan dua koktail dengan hidangan yang terdiri dari Nyirih (bungkus sirih) untuk amuse bouche; roti sumbu (roti tempat lilin), yang sebenarnya adalah singkong; nasi jagung (nasi jagung) untuk hidangan utama; tiwul (singkong kering) yang bisa disajikan seperti nasi atau sebagai camilan manis; dan ketan hitam (bubur ketan hitam).
Menu-menu tersebut sebenarnya adalah makanan sehari-hari yang dinikmati oleh banyak orang di seluruh Indonesia. Contohnya nasi jagung sangat populer di pedesaan karena faktor harganya yang terjangkau.
Peristiwa tersebut diramaikan oleh warganet, khususnya di Twitter.
“Mari kita rasakan diet orang miskin dengan cara yang mewah,’ ada apa dengan perilaku kelas menengah Indonesia?” satu tweet berbunyi.
Setelah pemeriksaan online, penyelenggara membatalkan acara dan menerbitkan permintaan maaf, meskipun kami tidak yakin apakah itu terdengar seperti mereka benar-benar meminta maaf atau membela diri atas pilihan tema yang buruk.
“Kami tidak tahu orang akan tersinggung karenanya, karena itu tidak dimaksudkan untuk membahayakan, itu lebih dimaksudkan sebagai pengalaman makanan yang mendidik secara budaya,” salah satu bagian dari pernyataan itu berbunyi. (Sumber: Coconuts.co)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3605 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1169 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1030 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 573 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 571 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun