Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Jual Raskin Tapi Mewah, Restoran ini Diprotes Netizen
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sejumlah Netizen Indonesia Kesal setelah mengetahui ada paket makan malam mewah dengan menu Raskin di Bali. Hal tersebut terkesan meremehkan warga berpenghasilan rendah.
Makan malam yang dicap sebagai "pengalaman" ini terdiri dari hidangan sederhana sehari-hari yang diberi perlakuan pelapisan mewah.
Yang membuat warganet kaget adalah pihak penyelenggara yang berani menamakan acara tersebut “Raskin Dining Experience”. Raskin (kependekan dari beras miskin, atau beras bersubsidi) adalah program bantuan pangan pemerintah Indonesia yang menjual beras di bawah harga pasar kepada keluarga berpenghasilan rendah.
Acara makan malam itu seharusnya berlangsung pada 24 Mei malam di Distric Joshua, sebuah kompleks vila, bar, restoran, dan ruang sewa di Tabanan. Acara ini bekerja sama dengan Bogaria Dining Experience, yang menjuluki dirinya sebagai "conceptual Indonesian food dining experience" atau pengalaman bersantap makanan Indonesia yang konseptual.
Dengan Rp300.000 (US$20,45) per orang, pengunjung akan mendapatkan lima hidangan dan dua koktail dengan hidangan yang terdiri dari Nyirih (bungkus sirih) untuk amuse bouche; roti sumbu (roti tempat lilin), yang sebenarnya adalah singkong; nasi jagung (nasi jagung) untuk hidangan utama; tiwul (singkong kering) yang bisa disajikan seperti nasi atau sebagai camilan manis; dan ketan hitam (bubur ketan hitam).
Menu-menu tersebut sebenarnya adalah makanan sehari-hari yang dinikmati oleh banyak orang di seluruh Indonesia. Contohnya nasi jagung sangat populer di pedesaan karena faktor harganya yang terjangkau.
Peristiwa tersebut diramaikan oleh warganet, khususnya di Twitter.
“Mari kita rasakan diet orang miskin dengan cara yang mewah,’ ada apa dengan perilaku kelas menengah Indonesia?” satu tweet berbunyi.
Setelah pemeriksaan online, penyelenggara membatalkan acara dan menerbitkan permintaan maaf, meskipun kami tidak yakin apakah itu terdengar seperti mereka benar-benar meminta maaf atau membela diri atas pilihan tema yang buruk.
“Kami tidak tahu orang akan tersinggung karenanya, karena itu tidak dimaksudkan untuk membahayakan, itu lebih dimaksudkan sebagai pengalaman makanan yang mendidik secara budaya,” salah satu bagian dari pernyataan itu berbunyi. (Sumber: Coconuts.co)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1539 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1161 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1008 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 885 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah