Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 7 Juli 2026
Seberapa Berbahayakah Cacar Monyet? Ini Kata Ahli
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dunia belakangan dihebohkan dengan kabar cacar monyet yang sudah menular di sebagian negara dunia. Cacar monyet, merupakan penyakit langka yang ditemukan di Afrika Tengah dan Afrika Barat.
Saat ini, cacar monyet telah terdeteksi di Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa dalam beberapa hari terakhir.
Melansir dari Insider, pada Jumat lalu (20/5/2022), kasus cacar monyet telah dikonfirmasi menular di beberapa negara, mulai dari Inggris, Amerika Serikat, Portugal, Kanada, Swedia, Australia, Perancis, Italia, Jerman hingga Belgia.
Kasus pertama cacar monyet diumumkan di Inggris pada 7 Mei lalu, di mana ini virus ini berasal dari seseorang yang telah melakukan perjalanan dari Nigeria.
Bagaimana Cacar Monyet Menyebar?
Tidak seperti virus Covid-19, cacar monyet biasanya tidak mudah menyebar pada manusia. Tapi, cacar monyet ditularkan melalui tetesan pernapasan atau melakukan kontak dengan orang lain. Tidak hanya itu, kontak tidak langsung pun juga terjadi melalui pakaian atau tempat tidur yang terkontaminasi.
Selain itu, kebanyakan orang yang tertular cacar monyet juga memiliki gejala ringan. Mulai dari flu, demam, sakit punggung, hingga ruam.
Seberapa Berbahaya Virus Cacar Monyet?
Kondisi ini dikatakan sangat mematikan dalam beberapa kasus. Menurut WHO, pada penderita cacar monyet dilaporkan meninggal sekitar 1-10 persen, tergantung pada jenisnya.
Pada 16 Mei lalu, Pejabat Kesehatan Inggris mengatakan kasus ini berasal dari Afrika Barat. Dan para ilmuwan dari Portugal’s National Institute of Health telah mengidentifikasi jenis virus yang sama.
Sebagaimana yang diungkap oleh Profesor Kedokteran dari University of Queensland, Australia Paul Griffin, strain itu dikaitkan dengan resiko kematian rendah sekitar 1 persen. Meski demikian, kesadaran sangat penting untuk ditingkatkan.
“Ada beberapa pertimbagnan penting dengan virus ini, yang berarti kita tidak perlu bereaksi berlebihan. Ini relatif sulit untuk menyebar, dan kita sudah memiliki vaksin yang hebat dan beberapa perawatan juga tersedia,” ungkapnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3605 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1167 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1029 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 572 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 571 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun