Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Tips Anak Tetap Aman dari Hepatitis Akut Saat Sekolah Tatap Muka
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hepatitis akut yang hingga kini telah ditemukan di 31 negara di dunia membuat banyak orangtua khawatir. Pasalnya, penyakit tersebut sejauh ini lebih banyak menyerang usia anak.
Terlebih, saat ini sebagian besar sekolah di Indonesia telah mulai kembali menerapkan aturan pembelajaran tatap muka. Sehingga banyak orangtua khawatir anak akan tertular hepatitis tersebut saat di sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Lies Dina Liastuti, mengatakan pentingnya pengawasan dan juga edukasi orangtua terhadap anak.
"Kita tidak ingin menggagalkan untuk kembali ke sekolah, karena sudah lama tidak bersekolah dalam situasi normal, kita sangat ingin itu terjadi, kita ingin sampaikan hati-hati tapi tidak panik karena begitu kena kerusakan cepat sekali," ujar Lies saat acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan judul “Hepatitis Akut Dicegah, Sekolah PTM Aman”, Senin, (23/5/2022).
Ia mengatakan bahwa gejalanya hampir mirip dengan berbagai penyakit lain. Adapun gejala tersebut antara lain ialah lemas, tidak nafsu makan, hingga diare. Lies mengatakann jika gejala tadi muncul mesti hati-hati.
"Kalau sudah seperti itu hati hati. cepat diperiksa ke dokter da cek lab. tapi tidak semua harus begitu, karena ada yang penyakit lain, ada gejala yang sama. Dan apakah ada makanan ramai-ramai, yang harus diperhatikan orangtua gimana cara makan anak kita, bagaimana mencuci tangan," kata dia.
Lebih lanjut, Lies mengatakan bahwa saat ini masyarakat dunia, khususnya Indonesia memang belum keluar dari situasi pandemi Covid-19. Sementara di sisi lain, penularan hepatitis akut misterius juga masih belum bisa dipastiakan.
"Jadi yang terpenting pencegahan sama seperti prokes Covid-19, dan juga jangan memasukkan makanan yang tidak jelas pada anak. Dengan mengawasi itu kita bisa yakin apa yang diberikan aman. itu Insya Allah bisa meminimalkan risrisiko lebih percaya diri dan cara agar tidak mudah terpapar." kata dia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1494 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1252 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 702 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 586 Kali
Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia
Dibaca: 574 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung