Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Tips Anak Tetap Aman dari Hepatitis Akut Saat Sekolah Tatap Muka
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hepatitis akut yang hingga kini telah ditemukan di 31 negara di dunia membuat banyak orangtua khawatir. Pasalnya, penyakit tersebut sejauh ini lebih banyak menyerang usia anak.
Terlebih, saat ini sebagian besar sekolah di Indonesia telah mulai kembali menerapkan aturan pembelajaran tatap muka. Sehingga banyak orangtua khawatir anak akan tertular hepatitis tersebut saat di sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Lies Dina Liastuti, mengatakan pentingnya pengawasan dan juga edukasi orangtua terhadap anak.
"Kita tidak ingin menggagalkan untuk kembali ke sekolah, karena sudah lama tidak bersekolah dalam situasi normal, kita sangat ingin itu terjadi, kita ingin sampaikan hati-hati tapi tidak panik karena begitu kena kerusakan cepat sekali," ujar Lies saat acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan judul “Hepatitis Akut Dicegah, Sekolah PTM Aman”, Senin, (23/5/2022).
Ia mengatakan bahwa gejalanya hampir mirip dengan berbagai penyakit lain. Adapun gejala tersebut antara lain ialah lemas, tidak nafsu makan, hingga diare. Lies mengatakann jika gejala tadi muncul mesti hati-hati.
"Kalau sudah seperti itu hati hati. cepat diperiksa ke dokter da cek lab. tapi tidak semua harus begitu, karena ada yang penyakit lain, ada gejala yang sama. Dan apakah ada makanan ramai-ramai, yang harus diperhatikan orangtua gimana cara makan anak kita, bagaimana mencuci tangan," kata dia.
Lebih lanjut, Lies mengatakan bahwa saat ini masyarakat dunia, khususnya Indonesia memang belum keluar dari situasi pandemi Covid-19. Sementara di sisi lain, penularan hepatitis akut misterius juga masih belum bisa dipastiakan.
"Jadi yang terpenting pencegahan sama seperti prokes Covid-19, dan juga jangan memasukkan makanan yang tidak jelas pada anak. Dengan mengawasi itu kita bisa yakin apa yang diberikan aman. itu Insya Allah bisa meminimalkan risrisiko lebih percaya diri dan cara agar tidak mudah terpapar." kata dia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah