Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Bawa Anak Panah dan Senjata, Sekelompok Pelajar Ditangkap
BERITABALI.COM, NTB.
Sekelompok remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA di Kota Bima, NTB ditangkap polisi.
Pasalnya, para remaja ini ketahuan membawa 20 anak panah, 4 buah senjata tajam, dan senjata rakitan berpeluru kelereng.
"Jumlah mereka enam orang," ungkap Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin kepada wartawan, Selasa (24/5).
Jufrin menjelaskan, enam orang remaja tersebut diamankan saat patroli yang dilakukan anggota Polsek Rasanae Timur Kota Bima pada Senin malam.
Sesuai arahan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra kata Jufrin, dihimbau pada orang tua, agar melihat dan memantau perilaku anak. Selain itu, ada baiknya anak dilarang keluar ketika sudah memasuki waktu larut malam.
"Apalagi membawa sajam," tegasnya.
Jufrin menambahkan, apa yang dilakukan para remaja tersebut, selain mengganggu Kamtibmas, juga melanggar hukum sesuai undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata tajam. Sebelumnya kasus remaja yang terlibat kepemilikan senjata tajam, marak di Kota Bima.
Terutama kasus pemanahan, yang sudah menimbulkan banyak korban, rata-rata pelakunya masih berusia anak.
Sementara itu di Kota Mataram, marak beredar sejumlah foto yang disebut sebagai korban pemanah misterius meresahkan masyarakat. Foto yang dikirimkan melalui pesan berantai WhatsApp dan media sosial lainnya itu pun menjadi perhatian pihak kepolisian. Pasalnya, foto-foto itu dipastikan hoaks atau informasi bohong.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Rabu (25/5) di Mataram menerangkan foto-foto yang beredar adalah foto korban dari kasus serupa yang terjadi di Bima, dan sudah cukup lama kejadiannya.
Oleh oknum tertentu foto tersebut kemudian diklaim sebagai korban pemanah misterius yang terjadi di Kota Mataram.
Diterangkan, untuk Kota Mataram kasus pemanah misterius terjadi pada Minggu (21/5) lalu, sekitar pukul 21:30 Wita. Korban atas nama Arif Rahman bersama istrinya saat itu hendak berbelanja di minimarket.
Korban yang mengendarai sepeda motor kemudian dipepet oleh dua orang pelaku yang juga mengendarai sepeda motor. Kemudian para pelaku melesatkan panah yang dibuat dari paku besi yang kemudian menancap di lengan korban.
Saat ini Polresta Mataram pun tengah melakukan penyelidikan dan telah mengantongi ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTV yang diperiksa.
Kendati, foto-foto korban yang kemudian beredar di media sosial ditegaskan Heri adalah hoaks, karena korban di Mataram hanya satu dari kasus yang terjadi 21 Mei lalu.
“Ini sudah kita telusuri, termasuk yang punya akun Facebook dan yang bersangkutan sudah mengakui bahwa berita tersebut adalah hoaks,” jelasnya.
Pemilik akun yang menyebarkan informasi itu pun disebut Heri telah memberi klarifikasi. Di mana gambar yang ditampilkan di akun pribadi tersebut merupakan korban dari kasus pemanah di Bima.
Senada, Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menegaskan foto-foto korban yang beredar di masyarakat adalah hoaks. Karena kasus teror panah yang terjadi di Kota Mataram ada satu korban saja dan tidak ada korban lainnya.
Pihaknya pun menyesalkan adanya informasi yang tidak benar disebarkan oleh oknum tertentu hingga membuat masyarakat resah.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3570 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1135 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 543 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 520 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun