Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Google Meet dan Duo Resmi Digabung Jadi Satu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Google mengumumkan kalau Meet dan Duo resmi digabung dalam satu platform. Penggabungan aplikasi ini akan dilakukan secara bertahap.
Dalam beberapa minggu ke depan, Google akan menambahkan semua fitur Meet ke aplikasi Duo.
Lalu di akhir tahun, aplikasi Google Duo akan diubah namanya menjadi Google Meet.
Artinya, Google Meet juga akan menjadi layanan komunikasi single video dari yang sebelumnya biasa digunakan untuk meeting atau video call grup, sebagaimana dikutip dari GSM Arena, Kamis (2/6/2022).
Google Meet sendiri awalnya ditujukan ke para pengguna bisnis yang menjadi pesaing Zoom. Sementara Google Duo adalah aplikasi perpesanan video yang bersaing dengan FaceTime Apple.
Jika kalian pengguna Duo, maka riwayat percakapan, kontak, dan pesan bakal tetap tersedia meskipun aplikasinya berubah menjadi Meet.
Fitur-fitur baru yang nantinya ada di Google Duo termasuk virtual backgrounds yang dapat disesuaikan, meeting berjadwal, chat.
Kemudian, live sharing konten, closed caption real-time, video call hingga 100 peserta, hingga peredam bising (noise cancellation).
Google Duo juga bakal terhubung dengan platform lain seperti Gmail, Calendar, Assistant, dan Messages.
Sementara aplikasi Google Meet yang saat ini ada di Gmail tidak akan terpengaruh sampai keduanya terhubung.
Akhir tahun nanti pengguna akan diarahkan untuk menginstal aplikasi Meet versi baru.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3431 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1114 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 516 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 483 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun