Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
4 Bahaya Berbaring Setelah Makan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Memiliki kebiasaan hidup yang baik bisa membantu mempertahankan kondisi kesehatan. Namun demikian tanpa disadari banyak kebiasaan buruk yang dilakukan secara berulang, contohnya seperti berbaring setelah makan. Padahal sederet bahaya berbaring setelah makan senantiasa mengintai, saat Anda melakukan hal ini.
Memang, tidak ada yang bisa memungkiri kenyamanan langsung berbaring setelah makan. Tapi perlu disadari juga, beberapa risiko akan meningkat saat Anda melakukan hal ini. Untuk mengenali risikonya, Anda bisa simak di bawah ini.
1. Risiko GERD
Penyakit asam lambung atau GERD bisa jadi risiko utama yang Anda alami. Posisi berbaring meningkatkan risiko makanan yang dicerna di perut naik ke tenggorokan bersama dengan asam lambung.
Sensasinya akan sangat tidak nyaman, seperti terbakar di tengah dada dan tulang belakang. Hal ini juga akan berdampak pada jangka panjang, dan membuat kenyamanan Anda terganggu saat beraktivitas.
2. Risiko Kenaikan Berat Badan
Kenaikan berat badan juga jadi risiko yang harus ditanggung para pegiat rebahan setelah makan. Hal ini karena berbaring memicu datangnya kantuk, dan tidur setelah makan adalah resep yang sempurna untuk menambah berat badan.
Kalori yang masuk tidak akan sempat terbakar dengan aktivitas dan gerakan fisik, namun justru tertimbun di dalam tubuh. Memang tidak selalu menuju pada tidur, namun berbaring setelah makan juga tidak baik dibiasakan karena memperlambat metabolisme tubuh.
3. Mengganggu Kualitas Tidur
Setelah makan dalam porsi penuh, tubuh memerlukan waktu untuk melakukan pencernaan secara sempurna. Organ pencernaan akan bekerja dengan optimal, ketika Anda duduk dalam posisi yang ideal.
Ketika Anda berbaring setelah makan banyak, maka kinerja pencernaan akan berkurang. Akibatnya ketika tiba waktu tidur nanti, makanan masih harus dicerna oleh tubuh dan dapat mengganggu kualitas tidur yang Anda miliki.
4. Bahaya Berbaring setelah Makan: Risiko Stroke
risiko yang tak kalah menakutkan adalah stroke yang dapat meningkat potensinya saat Anda memiliki kebiasaan berbaring setelah makan. Hal ini disampaikan dalam sebuah studi di University of Ioannina Medical School, Yunani.
Orang-orang yang memberikan jeda beberapa saat untuk berbaring setelah makan memiliki risiko rendah terkena stroke, jauh lebih rendah daripada orang-orang yang berbaring tepat setelah makan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3412 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1105 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 511 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 481 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun