Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Investasi Bodong, Buluk Superglad Diduga Bawa Kabur Rp2,4 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama Buluk Superglad terus bergulir. Jika sebelumnya terungkap angka Rp 1,4 miliar, kini nominalnya bertambah.
Tiga orang yang mengaku menjadi korban Buluk Superglad bersatu. Mereka mewakili beberapa lainnya yang bernasib sama.
"Kami adalah orang-orang yang kemarin melakukan investasi pengadaan bulog Cirebon," kata salah satu korban, Besly Irawan Sinaga saat menggelar konferensi pers di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/6/2022).
Total kerugian Rp 2,4 miliar dari 13 orang yang mengaku korban. Termasuk pula Besly Irawan Sinaga.
Dalam proyek bodong berkedok investasi beras, Buluk Superglad menjanjikan keuntungan 16 persen setiap dua minggu. Guna memberikan keyakinan, suami artis Risma Nilawati menyebut kakaknya juga bekerja di sana.
"Keuntungannya banget. Saya terus investigasi, membuktikan kalau kakaknya di bulog," ujar Besly.
Setelah yakin, Besly secara pribadi menggelontorkan uang untuk investasi. Buluk Superglad berjanji, akan memberikan keuntungan pada 13 Mei 2022.
Tapi saat jatuh tempo, lelaki bernama Lukman Laksmana itu mendadak menghilang. Keluarga maupun teman-teman di bandnya pun tidak tau keberadaan sang vokalis.
Untuk itulah Besly bersama dua rekan yang lain melaporkan masalah ini ke polisi. "23 Mei bikin laporan di Polda. Tertulis perkaranya penipuan atau penggelapan," ucap Besly.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3342 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1103 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 498 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 471 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun