Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Wabup: Lulusan Kesehatan Dikerjasamakan dengan Pihak Asing
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan keinginannya agar para lulusan kesehatan khususnya bidan atau perawat dikerjasamakan dengan pihak asing. Sebagai suatu upaya agar para tenaga kesehatan tersebut bisa bekerja di luar negeri.
“Saya berpikir apa yang bisa dilakukan agar tenaga kesehatan ini bisa mengisi kekosongan khususnya bidan dan perawat di negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan pelepasan siswa kelas XII SMK Kesehatan Surya Medika di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Yuwana Asri, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Sabtu, 4 Juni 2022.
Wabup Sutjidra menjelaskan para tenaga kesehatan khususnya bidan dan perawat memiliki kesempatan besar untuk berkarir di luar negeri. Khususnya negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Jepang saat ini diketahui sangat membutuhkan tenaga kesehatan perawat. Begitu pula bidan yang mana di Jepang bidan dengan spesifikasi sarjana kebidanan keberadaannya sangat jarang.
“Dengan begitu berarti peluang untuk kita mengisi kekosongan tersebut. Sekarang tinggal mencari upaya bagaimana bisa menjalin kerjasama dengan pihak terkait ataupun pihak asing tersebut,” jelasnya.
Jepang dan Korea Selatan juga diketahui pertumbuhan penduduknya sedang dalam posisi minus. Hal ini yang menyebabkan kebutuhan akan perawat dan bidan sangat tinggi. Selain itu, banyak pemuda Jepan khususnya tidak mau mengambil pekerjaan sebagai bidan dan perawat.
“Jadi di negara-negara seperti itu, peluang kita mengisi kekosongan tenaga kerja terampil masih terbuka lebar,” ucap Wabup Sutjidra.
Lebih lanjut, Wabup Sutjidra mengatakan untuk sampai ke sana, kompetensi dari bidan ataupun perawat harus terus ditingkatkan. Salah satunya dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak hanya sampai pada tingkat SMK Kesehatan saja. Kelanjutan pendidikan menjadi penting mengingat lulusan SMK Kesehatan sudah sangat menjurus bidangnya. Jadi, sebuah kewajiban untuk melanjutkan ke perguruan tinggi kesehatan pula.
“Baik mengambil ahli madya seperti bidan dan perawat. Termasuk ners dalam profesi keperawatan,” kata dia.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1428 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1084 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 928 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 819 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik