Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Istri Luapkan Kesedihan Soal Isu Zul Zivilia Bakal Dieksekusi Mati
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyanyi Zul Zivilia ramai dikabarkan bakal segera dieksekusi mati terkait vonis kasus narkoba. Menanggapi itu, Retno Paradinah selaku istri buka suara.
Dia memastikan rumor yang beredar di media sosial tersebut tidaklah benar. Justru dia kesal Zul Zivilia diberitakan macam-macam.
"Sebenernya kesel juga yah, rame dimana-mana bukan cuma di satu akun saja. Makanya rada kesel saja. Apalagi kalau sampe ke keluarga kasihan," kata Retno Paradinah di akun YouTube OFFICIAL NITNOT.
Dia pribadi sejatinya cuek dengan isu tersebut. Tapi Retno Paradinah mulai risih ketika banyak orang yang mencoba konfirmasi kabar tersebut kepada orangtua Zul Zivilia.
Menurutnya, sang mertua pasti akan merasa sedih ditanya-tanya soal itu.
"Yah jelas mereka sedih, karena orang-orang jadi bertanya lagi. Padahal sudah dijawab tidak ada hukuman mati. Cuma yang namanya orang penasaran, mereka langsung tanya ke orangtua, sedih," ungkapnya.
Bukan cuma itu saja, Retno Paradinah juga memikirkan kondisi psikis anak-anaknya. Dia khawatir buah hatinya diledek teman-temannya.
"Sedih lagi karena kan apa yah, mungkin dampak ke keluarga dan ke anak-anak begitu lagi. Takutnya anak-anak dikasih tahu sama anak temennya," ucap Retno Paradinah sembari menangis.
Seperti diketahui, Zul Zivilia tidak mendapat vonis hukuman mati. Dia nyatanya divonis 18 tahun penjara terkait kasus narkoba.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3277 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1097 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 496 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 464 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun