Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Apakah Tergila-gila dengan Artis Favorit Wajar? Ini Penjelasanya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hampir setiap orang memiliki idola dan pernah melakukan fangirling atau fanboying pada aktor, aktris, atau penyanyi.
Namun tahukah Anda perbedaan antara menjadi penggemar dan terobsesi dengan seseorang? Menurut ahli, obsesi terhadap idola bisa menjadi tanda sindrom pemujaan selebriti atau celebrity worship syndrome.
Dilansir Times of India, celebrity worship syndrome merupakan gangguan obsesif adiktif di mana seseorang menjadi terlalu terlibat dalam kehidupan seorang selebriti.
Ini adalah perasaan ekstrem di mana seseorang merasa terlalu terikat dengan seorang selebriti. Menurut Celebrity Attitude Scale, ada tiga tingkatan fenomena ini, yakni entertainment-social, intens-personal, dan borderline-pathological.
Entertainment social merupakan jenis pemujaan yang paling tidak diperhatikan karena mengacu pada tingkat obsesi yang relatif rendah.
Intense personal adalah obsesi tingkat menengah yang terkait dengan neurotisme serta perilaku yang berkaitan dengan psikotisme.
Sementara borderline pathology merupakan tingkat pemujaan selebriti paling parah karena melibatkan sikap dan perilaku patologis, termasuk kesediaan untuk melakukan kejahatan atas dasar sang selebriti atau siap mengeluarkan uang untuk produk apa pun yang digunakan oleh selebriti.
Tanda yang perlu diwaspadai adalah:
1. Terus-menerus terobsesi dengan selebriti dan menguntit mereka secara online
2. Selalu mencari di mana selebriti favorit berada
3. Mau tak mau akan mencari tahu lebih banyak tentang selebriti favorit
4. Duniamu hanya berputar di sekitar selebriti
5. Hampir tidak khawatir dengan diri sendiri dan lebih peduli terhadap keberadaan selebriti
Bentuk ekstrem lain dari celebrity worship syndrome adalah erotomania, yang mana 'pengidap' mulai percaya bahwa selebriti yang mereka sukai jatuh cinta pada mereka.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang terlalu memuja selebriti favorit mereka berisiko mengalami kesulitan psikologis yang parah. Itulah sebabnya mendapat bantuan profesional merupakan cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1402 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1211 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 634 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 551 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 520 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung