Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Dampak Jika China Serang Taiwan Lebih Parah dari Perang Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ketegangan antara China dan Taiwan mulai terasa. Memanasnya hubungan antar keduanya dapat memicu perang besar antara keduanya.
Pemerintah Taiwan mengatakan bila memang perang itu terjadi maka dampaknya akan jauh lebih parah dibandingkan perang Rusia-Ukraina yang saat ini berlangsung. Hal ini karena kedua negara memainkan peran yang penting dalam jalur rantai pasok dan perdagangan global.
"Gangguan pada rantai pasokan internasional; gangguan pada tatanan ekonomi internasional; dan peluang untuk tumbuh akan jauh, jauh (lebih) signifikan daripada yang ini," kata delegasi dagang Taipei John Deng dikutip Reuters, Kamis (16/6/2022).
"Akan ada kekurangan pasokan di seluruh dunia."
Salah satu yang bisa menjadi langka adalah chip semikonduktor. Taiwan adalah produsen besar dalam produksinya hingga 118 miliar dollar AS (atau setara Rp 1.742 triliun) pada 2021.
Chip semikonduktor sendiri adalah bahan utama dalam pembuatan sejumlah barang elektronik mulai dari ponsel hingga kendaraan listrik. Taiwan sendiri tengah berupaya mengurangi ekspornya hingga 40% ke China.
Sementara itu sebelumnya, setahun belakangan ini China terus mempertegas klaimnya bahwa Taiwan merupakan bagian integral dari kedaulatannya. Terbaru, negara pimpinan Presiden Xi Jinping itu telah menugaskan ratusan jet tempur untuk terbang di wilayah zona pertahanan udara Taiwan atau yang biasa dikenal dengan nama ADIZ.
Isu mengenai potensi serangan China juga pernah diangkat oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Taiwan, Chiu Kuo-cheng, pada November lalu. Menteri yang berasal dari latar belakang militer itu memprediksi sinyal invasi terjadi pada 2025 mendatang.
"Saat ini, PLA (tentara China) mampu melakukan blokade bersama lokal terhadap pelabuhan kritis, bandara, dan rute penerbangan keluar kami, untuk memutus jalur komunikasi udara dan laut kami dan berdampak pada aliran pasokan militer dan sumber daya logistik kami," papar kementerian itu dikutip Channel News Asia (CNA).
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) sendiri saat ini getol dalam membela Taipei dan menentang klaim Beijing. Bahkan, dalam KTT aliansi Quad di Jepang akhir bulan lalu, Presiden AS Joe Biden pun mengatakan bahwa Washington akan melakukan campur tangan secara militer jika China tetap mencoba untuk mengambil Taiwan dengan paksa. (sumber:cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1399 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1211 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 634 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 551 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 520 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung