Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Cara Hindari Pretexting, Tidak Kecolongan Data Penting
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kejahatan di dunia digital sangat beragam, salah satunya adalah pretexting. Pretexting adalah upaya mengelabui seseorang untuk mendapatkan data pribadi.
Pelaku pretexting umumnya akan membuat skenario yang meyakinkan sehingga target akan membagikan data pribadi. Biasanya, pelaku akan berpura-pura menjadi pegawai bank, customer service, hingga pihak yang memberikan hadiah.
Oleh karena itu, pengguna harus meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat menerima telepon dari nomor asing. Menurut akun Instagram resmi Kemenkominfo, berikut ini tips agar terhindar dari pretexting:
1. Fokus dan jangan mudah percaya ketika pengguna menemukan seseorang yang mengatasnamakan pihak tertentu.
2. Jangan asal atau sembarangan memberikan data pribadi begitu saja.
3. Catat nomor pelaku dan laporkan atau informasikan kepada pihak resmi.
Sama seperti vouce phising, umumnya pelaku akan menggunakan gaya bicara yang dapat meyakinkan target, untuk mengikuti seluruh instruksi yang diberikan pelaku meskipun hanya dari suara. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1006 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 285 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun