Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Ilmuwan Mengembangkan Vaksin untuk Kanker Payudara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Saat ini, ilmuwan dari Anixa Biosciences dan Klinik Cleveland sedang melakukan uji klinis vaksin eksperimental untuk kanker payudara triple negatif atau triple negative breast cancer (TNBC).
Dalam penelitian ini, ilmuwan mengimunisasi orang sehat yang berisiko tinggi terkena kanker payudara jenis TNBC. Uji coba fase 1 dilakukan pada Oktober 2021 dan sudah penah melakukan riset terhadap hewan pada 2010 silam.
Kanker payudara triple negatif adalah jenis kanker yang berisiko tinggi kambuh lagi dan lebih sulit diobati. penderita kanker payudara ini memiliki reseptor yang biasanya tidak ditemukan pada kanker payudara jenis lain.
TNBC tidak memiliki reseptor estrogen atau progesteron dan protein HER2 pun lebih sedikit atau tidak ada sama sekali.
Kurangnya reseptor untuk hormon estrogen, progesteron, dan protein HER2 pada sel kanker mempersulit terapi hormonal atau obat yang menargetkan protein HER2, lapor Times of India.
TNBC tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada jenis kanker payudara lainnya. Tingkat kekambuhannya tinggi dan biasanya hasilnya buruk.
Sekitar 10 hingga 15 persen dari semua kanker payudara adalah triple negatif. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang memiliki mutasi BRCA1 dan yang usianya di bawah 40 tahun.
Bagaimana cara kerja vaksin?
Vaksin menargetkan alfa-laktalbumin, juga dikenal sebagai a-laktalbumin, protein di dalam susu. Vaksin yang juga dikenal sebagai vaksin kanker payudara ALA, diperkirakan berkerja seperti vaksin yang digunakan untuk mengobati penyakit menular.
Kata lainnya, vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghilangkan kanker ini. Tujuannya adalah untuk melatih sistem kekebalan tubuh untuk menghilangkan sel-sel yang mengekspresikan a-laktalbumin sehingga mencegah pembentukan tumor.
Para peneliti memperkirakan akan menentukan dosis maksimum yang dapat ditoleransi dalam uji coba fase 1 saat ini. Peserta studi akan menerima tiga vaksinasi, masing-masing dalam dosis yang berbeda dengan selang waktu 2 minggu.
Uji coba fase 1 diharapkan selesai pada September 2022. Jika berhasil, akan dilanjutkan ke uji coba fase 2 dan fase 3.
Peneliti mengklaim vaksin tampaknya berhasil dan mereka optimis dengan hasilnya. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1087 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 418 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 374 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 335 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 279 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar