Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Dokter Ungkap Risiko Long Covid yang Bisa Dialami Biden
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan sendiri lewat media sosial bahwa dirinya terinfeksi Covid-19. Melalui video yang diunggah ke Twitter, Biden menekankan bahwa dirinya dalam kondisi baik dan gejala yang dialaminya ringan.
Meski begitu, presiden berusia 79 tahun itu masih berisiko alami long covid, kendati telah divaksknasi dua dosis dan mendapatkan booster dua kali.
Dokter di Amerika Serikat sekaligus penulis "Immunity Strong," Dr. Bob Lahita, mengatakan bahwa long covid yang paling umum terjadi pada penyintas dari berbagai usia biasanya kabut otak. Gejala sisa seperti itu bahkan bisa bertahan hingga berbulan-bulan.
"Yah, itu bisa bertahan di mana saja, dari satu bulan hingga enam bulan hingga satu tahun. Sebenarnya virus covid ada," kata dokter Bob dalam siaran Your World with Neil Cavuto, dikutip dari Fox.
Baca juga:
Joe Biden Mengaku Idap Penyakit Kanker
Ia menjelaskan bahwa karakteristik virus corona SARS Cov-2 itu akan memilih hinggap di jaringan saraf, salah satunya otak. Bahkan, virus lebih suka hidup di sistem saraf otak sehingga jumlahnya lebih banyak daripada di bagian tubuh lainnya.
Itulah sebabnya pasien Covid-19 juga bisa mengalami kehilangan indera penciuman dan indera perasa, jelas dokter Bob.
"Itu tandanya virus sudah menyerang sistem saraf. Jadi tidak mengherankan bahwa lebih dari 20 persen orang mendapatkan apa yang disebut kabut otak," ujarnya.
Sebelumnya, sekretaris Pers Gedung Putih di AS, Karine Jean Pierre mengatakan bahwa Biden akan terus menjalankan semua tugasnya meskipun dinyatakan positif Covid-19.
"Dia divaksinasi penuh dan dua kali, dikuatkan, dan mengalami gejala yang sangat ringan," kata Jean-Pierre.
Biden diberi pengobatan dengan antivirus Paxlovid. Jean-Pierre mengatakan Biden telah berbicara dengan anggota staf Gedung Putih melalui telepon pagi ini, dan akan berpartisipasi dalam pertemuan yang direncanakan di Gedung Putih melalui telepon dan Zoom dari kediamannya.
"Konsisten dengan pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dia akan melakukan isolasi mandiri di Gedung Putih dan akan terus menjalankan semua tugas sepenuhnya selama waktu itu," kata Jean-Pierre lagi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 538 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 394 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan