Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Ini 11 Varian Haagen Dazs yang Dihentikan Penjualannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beberapa varian es krim Haagen Dazs telah ditarik dari peredaran oleh BPOM. Penarikan ini karena beberapa variannya ditemukan mengandung etilen oksida.
Tak hanya itu, terdapat pula kebijakan bahwa bagi konsumen yang telah membeli produk Haagen Dazs dengan varian rasa yang ditarik dari pasaran dapat melakukan penukaran ke toko terdekat. Haagen azs sendiri melalui akun Instagram-nya mengonfirmasi telah menarik varian vanilla dari pasaran.
Kostumer yang telah membeli varian rasa vanilla tersebut dengan tanggal produksi 1 Juni 2021 hingga 15 Maret 2022 dan tanggal baik dikonsumsi sebelum 1 Agustus 2022 hingga 27 Juli 2023 untuk ditukarkan di seluruh outlet di Indonesia.
Sementara itu, Dita Soedarjo selaku pemilik menyebutkan bahwa 11 varian lainnya sementara dihentikan produksi untuk kenyamanan pelanggan dan kelanjutan penyelidikan. Berikut ini daftar varian es krim Haagen Dazs tersebut.
1. Cookies and cream kemasan minicup, pint, bulk can dan stickbar
2. Caramel biscuit and cream kemasan minicup, pint dan bulk can
3. Vanilla caramel almond kemasan stickbar
4. Tiramisu kemasan bulk can
5. Dark chocolate ganache and almond kemasan minicup, pint dan bulk can
6. Chocolate choc almond kemasan stickbar
7.Belgian chocolate kemasan minicup, pint dan bulk can
8. Blueberry and cream kemasan minicup dan pint
9. Matcha green tea and almond kemasan stickbar
10. Salted caramel kemasan pint dan stickbar
11. Macadamia but brittle kemasan stickbar
Hingga berita ini disusun, BPOM belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait jangka waktu penarikan es krim Haagen Dazs varian vanilla diberlakukan terkait kandungan etilen oksida.
Kandungan etilen oksida dalam produk ini berfungsi sebagai fumigen. Etilen oksida biasanya digunakan untuk makanan dan tekstil yang aman dalam jumlah tertentu. Etien Oksida merupakan gas dengan rumus kimia C2H4O. Codex Allimentarius Commision merupakan organisasi Internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas ambang residu maksimal Etilen Oksida sehingga pengaturannya di berbagai negara pun beragam.
Pemerintah menghimbau apabila melihat produk – produk di atas masih berear, maka harus melaporkan ke BPOM melalui contact center HALOBPOM atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen Balai Besar atau Balai atau Loka POM di seluruh Indonesia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5487 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2310 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1114 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan