Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Perairan di Perbatasan Indonesia Rawan Aktivitas Ilegal
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pertemuan ASEAN Navy Chief Meeting (ANCM) ke-16 yang diadakan di Bali, Senin (22/8/2022) akan membahas situasi keamanan Laut China Selatan (LCS) dan beberapa perairan di wilayah perbatasan antarnegara yang dinilai rawan, yaitu Selat Malaka, Selat Singapura, dan Laut Sulu.
Dalam hal ini Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan pihaknya banyak mendapatkan adanya aktivitas illegal seperti adanya Imigran Ilegal, penyelundupan baby lobster hingga minuman keras.
Adanya potensi ancaman ini membuat seluruh kepala staf angkatan laut negara di kawasan Asia Tenggara sepakat meningkatkan kerja sama. Kerjasama yang dimaksud dalam bentuk patroli terkoordinasi guna menjaga stabilitas perairan dan mencegah kegiatan ilegal.
"Kami semuanya sikapnya menjaga stabilitas (di Laut China Selatan). Tentunya tidak selalu harus patroli bersama-sama, tetapi juga dilakukan dengan diplomasi dan kegiatan latihan-latihan bersama," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.
Menurutnya perairan di perbatasan Indonesia seperti halnya Selat Malaka, Selat Singapura, dan Laut Sulu, perlu mendapat perhatian khusus dari seluruh angkatan laut negara-negara Asia Tenggara.
Hal ini karena TNI Angkatan Laut sebelumnya telah menghalau adanya aktivitas ilegal di daerah perairan tersebut.
"Yang pernah kami tangkap penyelundupan narkoba, kemudian imigran ilegal, PMI (pekerja migran Indonesia) yang hampir tiap minggu selalu mendapatkan itu, kemudian (penyelundupan) baby lobster, minuman keras. Hal-hal seperti itu, kalau tidak ada kerja sama dengan mereka, kita capek sendiri," katanya.
Yudo, yang memimpin pertemuan tingkat kepala AL se-ASEAN itu, menjelaskan ANCM ke-16 juga membahas terkait kesejahteraan dan keamanan kawasan Indo-Pasifik, terutama di Asia Tenggara.
"Secara intens kami melaksanakan pertemuan ini, tentu akan lebih mudah kami berkoordinasi," tambahnya.
ANCM merupakan pertemuan rutin tahunan antarkepala angkatan laut di negara-negara kawasan Asia Tenggara. Untuk pertama kalinya di 2022, pertemuan itu kembali digelar secara langsung setelah dua tahun sebelumnya berlangsung secara virtual karena pandemi COVID-19.
Pada ANCM ke-16 2022, TNI AL mewakili Indonesia sebagai tuan rumah. Yudo mengatakan hampir seluruh kepala staf angkatan laut di Asia Tenggara mengikuti pertemuan secara langsung di Bali, kecuali kepala AL Kamboja berhalangan hadir karena sakit.
"Kemudian, dari Laos, karena memang tidak ada angkatan lautnya, jadi yang hadir kepala staf umumnya," katanya.
Dia menilai ANCM ke-16 yang digelar secara tatap muka memungkinkan para kepala staf AL berkomunikasi lebih intens dan tidak hanya membahas sejumlah agenda terprogram.
"Kami bisa berinteraksi langsung dengan mereka, bukan yang sudah terprogram saja; sehingga hubungan antarpersonel lebih dekat apabila langsung bertemu," ujar Yudo Margono.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1588 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1199 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1047 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 997 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah