Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kepala Polisi Jepang Mundur Buntut Pembunuhan Eks PM Abe
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Badan Kepolisian Nasional Jepang Itaru Nakamura mengumumkan pengunduran dirinya usai penyelidikan menemukan kelalaian dalam pengamanan mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Abe meninggal dunia setelah ditembak dari jarak dekat saat berpidato kampanye partainya di Kota Nara pada awal Juli lalu.
"Kami memutuskan untuk merombak personel kami dan memulai lembaran baru kewajiban pengamanan kami, dan maka dari itu saya mengajukan pengunduran diri saya ke Komisi Keamanan Publik Nasional hari ini," kata Nakamura kepada wartawan pada Kamis (25/8), dikutip dari AFP.
Selain itu, Nakamura mengaku ada kekurangan dari rencana pengamanan Abe hiingg membuat salah satu PM Jepang paling populer itu menjadi target penembakan.
"Ada kekurangan dalam rencana pengamanan dan penilaian risiko yang menjadi dasarnya, pun arahan dari komandan lapangan tidak cukup," ujar Nakamura.
"Akar dari masalah ini adalah keterbatasan sistem saat ini, yang telah diterapkan selama bertahun-tahun, di mana kepolisian lokal bertanggung jawab sendiri untuk memberikan pengamanan," tuturnya lagi.
Abe merupakan perdana menteri dengan jabatan terlama di Jepang dan menjadi politikus terkenal di negara itu. Meski begitu, pengamanan untuk Abe kala itu terbilang sedikit.
Kepolisian lokal juga mengakui kekurangan pengamanan atas Abe kala itu. Sementara itu, pelaku penembakan Abe, Tetsuya Yamagami, kini dilaporkan sedang menjalani evaluasi psikis untuk mengetahui kondisi psikisnya kala menembak Abe.
Yamagami sendiri mengaku memiliki dendam terhadap Gereja Unifikasi, dan menilai Abe memiliki hubungan dengan organisasi itu. Karena itu Yamagami menjadikan Abe target penembakannya.
Dendam ini muncul setelah ibu Yamagami memberikan donasi besar ke Gereja Unifikasi dan membuat keluarganya jatuh miskin. Sebab, sejak bergabung dengan Gereja Unifikasi, sang ibu mendonasikan sebagian besar harta keluarganya bagi sekte Kristen asal Korea Selatan itu hingga harus hidup susah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4310 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1461 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 956 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 888 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 782 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun