Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Kepala Polisi Jepang Mundur Buntut Pembunuhan Eks PM Abe
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Badan Kepolisian Nasional Jepang Itaru Nakamura mengumumkan pengunduran dirinya usai penyelidikan menemukan kelalaian dalam pengamanan mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Abe meninggal dunia setelah ditembak dari jarak dekat saat berpidato kampanye partainya di Kota Nara pada awal Juli lalu.
"Kami memutuskan untuk merombak personel kami dan memulai lembaran baru kewajiban pengamanan kami, dan maka dari itu saya mengajukan pengunduran diri saya ke Komisi Keamanan Publik Nasional hari ini," kata Nakamura kepada wartawan pada Kamis (25/8), dikutip dari AFP.
Selain itu, Nakamura mengaku ada kekurangan dari rencana pengamanan Abe hiingg membuat salah satu PM Jepang paling populer itu menjadi target penembakan.
"Ada kekurangan dalam rencana pengamanan dan penilaian risiko yang menjadi dasarnya, pun arahan dari komandan lapangan tidak cukup," ujar Nakamura.
"Akar dari masalah ini adalah keterbatasan sistem saat ini, yang telah diterapkan selama bertahun-tahun, di mana kepolisian lokal bertanggung jawab sendiri untuk memberikan pengamanan," tuturnya lagi.
Abe merupakan perdana menteri dengan jabatan terlama di Jepang dan menjadi politikus terkenal di negara itu. Meski begitu, pengamanan untuk Abe kala itu terbilang sedikit.
Kepolisian lokal juga mengakui kekurangan pengamanan atas Abe kala itu. Sementara itu, pelaku penembakan Abe, Tetsuya Yamagami, kini dilaporkan sedang menjalani evaluasi psikis untuk mengetahui kondisi psikisnya kala menembak Abe.
Yamagami sendiri mengaku memiliki dendam terhadap Gereja Unifikasi, dan menilai Abe memiliki hubungan dengan organisasi itu. Karena itu Yamagami menjadikan Abe target penembakannya.
Dendam ini muncul setelah ibu Yamagami memberikan donasi besar ke Gereja Unifikasi dan membuat keluarganya jatuh miskin. Sebab, sejak bergabung dengan Gereja Unifikasi, sang ibu mendonasikan sebagian besar harta keluarganya bagi sekte Kristen asal Korea Selatan itu hingga harus hidup susah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8283 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5730 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3577 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2423 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar