Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
10 Orang Tewas Akibat Penikaman di Saskatchewan Kanada
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 10 orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya luka akibat penikaman massal yang terjadi di Saskatchewan, barat Kanada, pada Minggu (4/9). Royal Canadian Mounted Police melaporkan penikaman terjadi di 13 tempat berbeda di Saskatchewan.
Asisten Komisioner Rhonda Blackmore mengatakan beberapa korban penikaman sudah menjadi target pelaku. Sementara itu, pelaku menikam sebagian korban lainnya secara acak.
"Ini tentunya insiden yang sangat signifikan bahkan mungkin yang terbesar yang pernah kami catat dalam beberapa tahun terakhir," kata Blackmore.
Blackmore mengatakan penikaman pertama terjadi sekitar Minggu pagi pukul 05.40 waktu setempat. Polisi mendapati sejumlah laporan penikaman beberapa menit usai kejadian.
Pihak berwenang telah mengidentifikasi dua tersangka atas nama Damien Sanderson dan Myles Sanderson. Saat ini keduanya masih buron.
Warga setempat diminta untuk berhati-hati dan menghindari kerumunan sementara waktu sampai pelaku ditemukan. Sanderson bersaudara diyakini bepergian memakai Nissan Rogue dengan plat nomor Saskatchewan.
Dalam sebuah pesan kepada kedua tersangka, Blackmore berkata, "Jika Damien dan Myles mendengarkan atau menerima informasi ini, saya akan meminta mereka segera menyerahkan diri menjadi polisi."
Baca juga:
Pesawat 'Hantu' Tanpa Pilot Jatuh di Latvia
"Duka kami terhadap para korban yang meninggal dan terluka, keluarga, teman, dan komunitas mereka. Sungguh mengerikan apa yang terjadi di provinsi kami hari ini," lanjutnya.
Insiden kekerasan hari Minggu ini menyebabkan pihak berwenang memperketat pengamanan di pertandingan sepak bola Saskatchewan Roughriders Kanada, kata tim itu dalam sebuah pernyataan tweet.
"Akibatnya, anggota penegak hukum tambahan telah dikerahkan di Stadion Mosaic dan daerah sekitarnya," bunyi pernyataan itu.
"Klub mengoperasikan pusat komando terpusat pada hari pertandingan yang memungkinkan koneksi langsung ke layanan darurat lokal dan kemampuan untuk menerima informasi hingga menit ketika terjadi keadaan darurat apa pun."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4428 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2012 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1541 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 998 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 933 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun