Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Cina Bikin Pelontar Rudal 'Tak Terlihat'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina tengah mengembangkan pelontar peluru kendali alias rudal yang tak dapat terdeteksi satelit dan radar untuk perang di masa depan. Kantor berita pemerintah Cina, CCTV, mengungkap pelontar itu nantinya akan digunakan untuk menembakkan rudal hipersonik DF-17.
Salah satu periset Pasukan Roket Tentara Cina, Yang Biwu, mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang akan membuat pelontar rudal itu "tak terlihat."
"[Pelontar itu] dapat menghindari deteksi satelit dan infra merah radar dan drone, membuat sistem rudal PLA menjadi objek yang seperti bunglon dan membuatnya dapat bersembunyi," ujar Yang, seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (13/10).
Dengan teknologi ini, Yang yakin pertahanan Cina akan semakin kokoh karena musuh tak dapat mengetahui lokasi pelontar rudal mereka.
"Saya yakin di medan tempur masa depan, musuh kami tak akan melihat kami atau mengetahui keberadaan [pelontar rudal] kami," ucap Yang.
Ia kemudian menjelaskan, "Hubungan antara rudal dan pelontarnya seperti peluru dan pistol. Kami dapat mengeksplorasi potensi pelontar itu dan memberikan pilihan lebih banyak untuk pertempuran masa depan."
Kehadiran pelontar mutakhir ini diyakini dapat memperkuat rudal hipersonik DF-17.
Rudal itu saja saat ini sudah menjadi salah satu senjata tercanggih di dunia.
DF-17 diyakini sebagai rudal hipersonik pertama yang aktif di dunia. Peluru kendali itu dipercaya dapat menembus perlindungan rudal AS di kawasan.
AFP melaporkan bahwa DF-17 dapat berputar sekitar 2.000 kilometer dan bisa membawa hulu ledak nuklir.
Hipersonik sendiri merupakan temuan termutakhir dalam teknologi rudal karena dapat terbang lebih rendah. Dengan demikian, hipersonik lebih sulit dideteksi ketimbang rudal balistik.
Rudal hipersonik bisa mencapai target lebih cepat. Peluru kendali itu juga dapat menjadi lebih berbahaya jika dipasangi hulu ledak nuklir.
Saat ini, baru AS, Rusia, Cina, dan Korea Utara yang pernah menguji coba hipersonik. Sejumlah negara lainnya baru mengembangkan teknologi tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar