Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Hasil Survei: Agama Turut Menentukan Pemilih pada Pemilu 2024
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Faktor agama turut menentukan pemilih dalam pemilihan presiden maupun legislatif di Pemilu 2024. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Faktor agama dinilai sudah menjadi hal terpenting dalam memengaruhi perilaku politik masyarakat. Hasil temuan itu diperoleh dari serangkaian observasi sejak tahun 2021 hingga 2022 melalui survei nasional dengan sampel mencapai 8.319 responden.
"Apakah itu di pemilihan presiden maupun legislatif. Bahkan itu menjadi faktor terpenting dari semua hal yang bisa memengaruhi perilaku publik dalam pemilihan presiden dan legislatif," kata Saiful, Kamis (13/10).
Saiful menjelaskan, hasil survei tersebut menunjukkan faktor agama dalam pemilihan presiden ada perbedaan signifikan secara statistik antara perilaku politik pemilih Muslim dan non-Muslim. SMRC menjadikan sosok Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto sebagai sampel uji coba. Data survei SMRC sejak tahun 2021 menunjukkan Anies cenderung dipilih oleh pemilih Muslim dibandingkan non-Muslim.
"Adanya perbedaan itu penting riil ada di masyarakat bahwa orang Muslim cenderung memilih Anies dibandingkan dengan non-Muslim. Proporsinya 24 persen berbanding 17 persen. Demikian juga pada pemilih Prabowo yang Muslim sebanyak 33 persen dan non-Muslim ada 23 persen," jelasnya.
Sementara pada Ganjar selisih proporsi pemilih Muslim sebanyak 28 persen. Namun itu dinilai kecil lantaran adanya kecenderungan proporsi pemilih non-Muslim lebih besar dibandingkan yang Muslim. Ada 32 persen pemilih non-Muslim yang mendukung Ganjar. Sedangkan pemilih non-Muslim yang memilih Prabowo sebanyak 23 persen dan Anies ada 17 persen.
Hal itu menunjukkan bahwa ada kecenderungan mengakomodasi pemilih dari kalangan minoritas lebih besar pada Ganjar.
"Artinya pada Ganjar kecenderungan mengakomodasi penganut agama minoritas lebih besar ketimbang pada pemilih Muslim," ungkap Saiful.
Latar Belakang Agama Dinilai Penting
Berdasarkan hasil survei tersebut maka dapat disimpulkan bahwa latar belakang agama penting dalam pemilihan presiden. Dalam proses pencalonan presiden faktor agama tidak bisa diabaikan.
"Kalau orang yakin bahwa agama itu penting selama ini faktanya menunjukkan terbukti. Latar belakang agama menjadi penting dalam pilpres. Oleh karena itu dalam proses pencalonan presiden faktor ini tidak bisa diabaikan harus dihitung," ucap Saiful.
Selanjutnya, faktor latar agama juga turut menentukan pemilih dalam pemilihan legislatif. Secara umum pemilih Muslim dan non-Muslim juga memiliki perbedaan yang signifikan dalam menentukan pilihan partai politik. Hasil survei SMRC menunjukkan pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hampir seluruhnya pemilih Muslim sebanyak 10 persen dan non-Muslim hanya 1 persen.
Namun, komposisi dukungan suara PKB yang hampir semuanya dari kalangan Muslim berbanding terbalik dengan PDI-Perjuangan. PDI-Perjuangan menjadi partai yang paling banyak didukung dari pemilih non-Muslim. Hasil survei SMRC menunjukkan PDI-Perjuangan didukung 22 persen dari pemilih Muslim dan non-Muslim sebanyak 48 persen.
"Pemilih non-Muslim yang memilih PDI-Perjuangan itu sebanyak 48 persen, PKB 1 persen, dan Gerindra 4 persen. Dalam pemilihan legislatif terutama PDI-Perjuangan melawan partai lainnya perbedaan agama menjadi sangat penting dan tidak bisa diabaikan," pungkas Saiful. (sumber: voaindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun