Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Murka Kapal di Crimea Diserang, Rusia 'Cabut' dari Kesepakatan Gandum
beritabali.com/cnnindonesia.com/Murka Kapal di Crimea Diserang, Rusia 'Cabut' dari Kesepakatan Gandum
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menarik diri dari kesepakatan untuk menjamin ekspor gandum dari Ukraina pada Sabtu (29/10), setelah Negeri Beruang Merah menyalahkan negara tetangganya itu atas serangan terhadap kapal mereka di Crimea.
"Rusia menangguhkan keikutsertaan dalam penerapan kesepakatan ekspor produk agrikultur dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram, seperti dikutip AFP.
Tak lama setelah Rusia merilis pernyataan tersebut, Turki selaku mediator masalah ini menyatakan bahwa mereka belum diinformasikan terlebih dulu mengenai penangguhan itu.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, pun mendesak negara-negara lain untuk menekan Rusia agar mengakhiri "permainan kelaparan" ini.
"Saya mendesak semua negara untuk mendesak Rusia menghentikan permainan kelaparannya dan berkomitmen kembali memenuhi janjinya," kata Kuleba.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga menyebut keputusan Rusia itu merupakan "kemauan jelas Rusia untuk memicu kelaparan skala besar ke Afrika dan Asia."
"Hari ini saja, lebih dari dua juta ton makanan berada di laut. Ini berarti, akses ke makanan sudah memburuk bagi tujuh juta konsumen," ucapnya.
Juru bicara sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephane Dujarric, pun ikut buka suara. Ia berharap semua pihak tak membuat situasi lebih buruk.
"Sangat penting bagi semua pihak untuk menahan diri dari segala tindakan yang dapat menghancurkan Inisiatif Gandum Laut Hitam yang merupakan upaya kemanusiaan yang sangat penting," tutur Dujarric.
Ekspor gandum dari Ukraina memang menjadi sorotan sejak Rusia memulai invasi pada Februari lalu. Presiden Joko Widodo juga mengangkat isu ini ketika bertemu dengan Zelensky dan Presiden Vladimir Putin di negara masing-masing.
Turki lantas berupaya menengahi hingga akhirnya tercapai kesepakatan untuk menjamin keamanan ekspor gandum dari Ukraina di tengah invasi Rusia.
Tenggat kesepakatan itu berakhir dalam waktu dekat. Awalnya, Ukraina masih menunggu sikap Rusia, tapi Moskow naik pitam karena serangan terhadap kapalnya di Crimea, hingga akhirnya memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8517 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3679 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2509 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar