Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Krisis Inggris Masih Ngeri, Ramai Warga Serbu Bank Makanan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Krisis biaya hidup masih melanda Inggris. Ini membuat banyak warga menyerbu "food bank" alias bank makanan.
Baca juga:
Putin Melunak, 'Kiamat' Ini Akhirnya Batal
Bank makanan sendiri merujuk tempat di mana makanan ditawarkan badan-badan nirlaba untuk dibagikan kepada orang tidak mampu secara cuma-cuma. Fenomena ini setidaknya terlihat di kota London.
Mengutip AFP, salah satu bank makanan yang ramai adalah Hackney, di London Timur. Ratusan orang terlihat memadati tempat itu Senin.
Bersenjatakan kupon, warga bisa mendapat sekeranjang makanan untuk tiga hari. Masing-masing menerima campuran barang yang disesuaikan dengan kebutuhan, disesuaikan dengan ukuran keluarga mereka dan banyaknya sumbangan.
Salah satunya ada Michael Cox. Pria berusia 51 tahun, yang mengaku belum makan selama dua hari.
"Ini benar-benar menjadi penyelamat bagi saya," katanya dikutip AFP, Selasa (1/11/2022).
"Saya tidak punya uang. Jadi saya akan mencobanya," tambahnya.
Bukan hanya Cox, hal yang sama juga dikatakan, Sidoine Flore Feumba. Saat ini ia tidak mampu lagi memberi makan ketiga anaknya.
"Hidup sekarang cukup sulit. Saya memiliki kredit universal, yang tidak cukup untuk hidup saya sendiri, karena inflasi meningkat cukup cepat," katanya.
"Jadi saya menemukan bahwa bank makanan adalah pilihan terakhir saya untuk memenuhi kebutuhan saya," ujarnya.
Perlu diketahui inflasi Inggris mencapai 10 persen lebih di September, tertinggi di antara negara-negara G7. Semua harga naik, baik energi maupun makanan.
Pengurus di bank makanan Hackney sendiri mengatakan kedatangan warga terus rekor setiap harinya. Bahkan dua kali lipat dari periode pra Covid.
"Sekarang dengan krisis biaya hidup, orang-orang... tidak dapat membayar tagihan dan membeli makanan," kata pengawas bank makanan itu Johan Ekelund.
Ia khawatir situasi akan semakin buruk menjelang musim dingin. Ia berharap tak ada kejadian buruk yang terjadi.
Komentar senada juga dikatakan kepala layanan bank makanan Hackney, Tanya Whitfield. Kenaikan tertentu dalam biaya kebutuhan dasar bisa membuat situasi menjadi lebih buruk.
"Situasinya benar-benar baru," katanya.
"Semua orang melihat pasta sebagai pilihan yang murah, bukan kini, ini bukan lagi pilihan yang murah," tambahnya menyinggung kenaikan harga.
"Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan peningkatan donasi," usar Whitney lagi.
Dalam survei asosiasi konsumen Which, setidaknya 3.000 rumah tangga di Inggris mengurangi makan mereka. Sebelumnya, dilaporkan Sky News, jumlah pekerja seks koersval (PSK) pun meningkat karena krisis biaya hidup ini.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8505 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5849 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3667 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2496 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar