Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
AS Diam-Diam Minta Ukraina Negosiasi dengan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) dikabarkan diam-diam meminta Ukraina melakukan negosiasi dengan Rusia. Gedung Putih juga meminta Ukraina membatalkan persyaratannya yakni ingin bernegosiasi dengan Moskow apabila Presiden Rusia Vladimir Putin lengser.
Dalam laporan Washington Post pada Sabtu (5/11), disebutkan bahwa permintaan itu bukan ditujukan untuk mendorong Kyiv ke meja perundingan bersama Rusia, melainkan untuk memastikan Ukraina tetap mendapat dukungan dari negara-negara yang khawatir perang semakin meluas.
Para pejabat AS disebut mengakui Putin saat ini tidak bisa diajak bernegosiasi. Kendati demikian, pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky soal tak ingin bicara dengan Putin membuat sejumlah negara seperti Eropa, Afrika, dan Amerika Latin khawatir perang akan semakin berimbas pada ketersediaan bahan pangan dan bahan bakar dunia.
"Kelelahan Ukraina adalah hal yang nyata bagi beberapa mitra kami," kata seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip Washington Post melalui Reuters, Minggu (6/11).
Laporan itu juga menyebut bahwa pemerintahan Biden kini dalam posisi sulit terkait masalah di Ukraina. Meski begitu, para pejabat berkomitmen bahwa AS akan tetap mendukung Kyiv dan memberikan bantuan yang memadai.
Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih sejauh ini tak memberikan tanggapan apapun atas laporan tersebut. Sementara, juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan pihaknya berulang kali mendesak Rusia untuk menghentikan serangan dan menarik pasukan jika ingin bernegosiasi.
"Kami telah mengatakan sebelumnya dan akan mengatakannya lagi: Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata (re: apa yang seseorang lakukan itu jauh lebih penting ketimbang apa yang orang itu katakan). Jika Rusia siap untuk bernegosiasi, Rusia harus menghentikan bom dan misilnya serta menarik pasukannya dari Ukraina," kata juru bicara departemen tersebut.
Ia juga menyampaikan Kremlin selama ini tak terlihat ingin melakukan negosiasi. Sebab, negara itu justru terus menerus meningkatkan intensitas perang di Ukraina.
"Kremlin terus meningkatkan perang ini. Kremlin telah menunjukkan keengganannya untuk secara serius terlibat dalam negosiasi bahkan sebelum meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina," ucapnya.
Di sisi lain, dalam pidatonya pada Jumat (4/11), Zelensky sempat menyatakan siap untuk melakukan perdamaian. Menurut sang Presiden, perdamaian merupakan hal yang selama ini telah ia suarakan.
"Kamis siap untuk perdamaian, untuk perdamaian yang adil, sebuah formula yang telah kami suarakan berkali-kali," ujar Zelensky.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8517 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3679 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2509 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar