Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
PBB Sentil Elon Musk Usai Jadi Bos Twitter
BERITABALI.COM, DUNIA.
Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) Volker Turk menyentil salah satu orang terkaya dunia Elon Musk setelah menjadi pemilik baru raksasa media sosial Twitter. Turk mendesak Musk tetap memperhatikan hak asasi manusia terutama soal kebebasan berekspresi dan berpendapat di Twitter.
Turk menyampaikan kritik itu dalam sebuah surat setelah Musk berencana melakukan perubahan pada Twitter. Dalam surat tersebut, Turk mengatakan Twitter merupakan bagian revolusi global yang mengubah cara orang berkomunikasi.
"Saya menulis dengan keprihatinan dan ketakutan soal area digital publik dan peran Twitter di dalamnya," kata Turk pada Sabtu (5/11), seperti dikutip Reuters.
Sebagaimana perusahaan pada umumnya, menurut Turk Twitter perlu memahami bahaya yang terkait dengan platform dan mengambil langkah untuk mengatasinya.
"Seperti semua perusahaan, Twitter perlu memahami bahaya yang terkait dengan platformnya dan mengambil langkah untuk mengatasinya. Demi menghormati hak asasi manusia kita bersama harus menetapkan pagar pembatas untuk penggunaan dan evolusi platform," kata Turk.
"Singkatnya, saya mendesak Anda untuk memastikan hak asasi manusia menjadi pusat pengelolaan Twitter di bawah kepemimpinan Anda," ujar pejabat tinggi PBB itu menambahkan
Akhir Oktober lalu, Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter. Tak lama setelahnya, ia memecat sekitar 50 persen karyawan perusahaan berlambang burung biru itu.
Beberapa yang dipecat yakni CEO Twitter Parag Agrawal, pejabat tinggi lain, tim hak asasi manusia, tim aksesibilitas, dan tim etika kecerdasan buatan.
Menanggapi pembelian Twitter oleh Musk, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan kekhawatiran terkait platform ini.
"Sekarang yang kita khawatirkan Elon Musk membeli bisnis yang menyebarkan kebohongan di seluruh dunia," kata Biden akhir pekan lalu.
Biden sebelumnya telah menyampaikan soal perlunya mengurangi ujaran kebencian dan informasi yang salah. Sementara itu, Musk berjanji bakal memulihkan kebebasan berbicara sembari mencegah Twitter menjadi platform penuh kebohongan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8516 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3678 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2508 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar