Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Tujuh Mahasiswa Ditangkap Buntut Pasang Spanduk Tolak KTT G20 di Bali
beritabali.com/cnnindonesia.com/Tujuh Mahasiswa Ditangkap Buntut Pasang Spanduk Tolak KTT G20 di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengonfirmasi tujuh mahasiswa sempat ditangkap dan dibawa ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali pada Selasa (15/11) sore tadi. Ketujuh mahasiswa tersebut ditangkap karena karena melakukan aksi sebagai bentuk penolakan KTT G20.
"Aksi damai menyampaikan aspirasi di depan umum, membentangkan spanduk. Ada 7 mahasiswa (dari) Universitas Udayana," kata Dharmadi saat dihubungi, Selasa (15/11) malam.
Ia mengatakan para mahasiswa tersebut menggelar aksi di depan umum, di Jalan Sudirman, Denpasar, Bali, dengan membentangkan spanduk.
"G20 Ngae Ribet Nak Bali, G20 Bukan Solusi," tulisan di spanduk tersebut yang berarti "G20 bikin ribet orang Bali, dan juga ada bertuliskan,"Indonesia People's Assembly."
Dharmadi kemudian mengungkapkan detail setelah membawa para mahasiswa tersebut.
"Satu kami bawa ke rumah sakit, karena demam dia menggigil, kan hujan-hujanan, kita antarkan dan bawa sampai selesai dirawat bahkan kami antarkan pulang," imbuhnya.
Ketujuh mahasiswa tersebut, kata Dharmadi, sudah dipulangkan setelah dimintai identitas dan diberikan arahan agar tidak melakukan aksi di depan umum.
"Sudah dipulangkan datanya kami sudah simpan dan kami berikan arahan," tuturnya.
"Sementara aksinya disampaikan melalui digital saja, jangan menyampaikan demo di depan umum sehingga tidak menggangu ketertiban. Karena yang dilakukan kan di pinggir jalan," ujarnya.
Ia mengatakan mendapatkan laporan masyarakat atas aksi itu karena tidak terima mengatasnamakan Bali.
"Kami juga dapat laporan dari masyarakat. Masyarakat juga melaporkan merasa keberatan mengatasnamakan warga Bali," katanya.
Menurutnya, pihaknya meminta data pribadi atau KTP para mahasiswa untuk dicatat untuk laporan dan demi mencegah perhelatan KTT G20 ditunggangi.
"Karena ini harus dilaporkan, perhelatan KTT G20 hati-hati jangan sampai ditunggangi dan juga jangan sampai ada kontraproduktif dari beberapa masyarakat mengatasnamakan Nak Bali."
"Setahu saya sebagai besar Nak Bali sangat mengapresiasi kegiatan G20. Makannya kami dapat laporan dari masyarakat, karena keberatan aksi itu," ujarnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4603 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2063 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1103 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun