Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Alasan Mengapa Osteoporosis Lebih Sering Terjadi pada Wanita
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyakit tulang memang ada-ada saja. Tulang yang tidak sehat alias mudah sakit-sakitan membuat tubuh menjadi tidak bebas untuk beraktivitas.
Masalah penyakit tulang juga tidak hanya menimpa orang dewasa dan lansia saja, melainkan remaja juga bisa mengalami masalah pada sendi dan tulang.
Hal yang paling sering terjadi akibat dari kebiasaan gaya hidup buruk dan kurangnya pemahaman mengenai asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh. Salah satu penyakit tulang yang harus diwaspadai ialah osteoporosis. Muncul pertanyaan, mengapa osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita?
Penyakit Osteoporosis
Osteoporosis merupakan penyakit kondisi di mana kepadatan tulang yang mulai berkurang. Hal ini membuat tulang menjadi keropos dan mudah patah. Menakutkannya, penyakit ini bisa dialami atau diderita oleh siapa saja, baik itu orang dewasa, bahkan anak-anak sekalipun.
Adanya fakta jika penyakit ini juga akan lebih sering terjadi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Penyebab utamanya ialah kemampuan tubuh yang menurun dalam regenerasi tulang, sehingga kepadatan tulang menjadi berkurang.
Tidak hanya faktor usia saja, ada berbagai macam faktor lain yang bisa memicu meningkatnya risiko osteoporosis pada seseorang, seperti kekurangan vitamin D, jarang berolahraga, hingga kebiasaan buruk merokok.
Dalam istilah lain, penyakit osteoporosis lebih dikenal sebagai silent disease alias penyakit sunyi. Mengapa dikatakan demikian? Karena, pengidap tidak merasakan gejala apapun pada tahapan awal penyakit.
Namun, jika kondisi tulang sudah mulai melemah akibat dari osteoporosis, gejala yang timbul bisa berupa sakit punggung, postur yang membungkuk, hingga tulang yang mudah patah.
Alasan Mengapa Osteoporosis Lebih Sering Terjadi pada Wanita
Sudah disinggung sedikit di atas bahwasannya penyakit ini akan lebih cenderung diderita oleh wanita, ketimbang pria. Apa yang menjadi penyebabnya?
Saat memasuki masa menopause, wanita akan lebih sering mengalami penyakit ini. Kondisi ini terjadi karena berkurangnya kadar hormon estrogen yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan dan kepadatan tulang.
Hal tersebut bisa terjadi karena wanita yang terlahir dengan ukuran tulang lebih kecil dan lebih tipis dibandingkan dengan pria. Perlu diketahui bahwa usia 30 tahun merupakan puncaknya massa tulang. Maka dari itu, direkomendasikan untuk melakukan gaya hidup sehat dan memenuhi kebutuhan kalsium harian.
Salah satu caranya bisa dengan konsumsi Susu Etawalin sebagai susu untuk sendi dan tulang terbaik untuk mengatasi masalah sendi dan tulang yang biasa terjadi pada orang dewasa maupun lansia.
Disarankan juga untuk menjaga kesehatan tulang dengan melakukan aktivitas olahraga. Contohnya, seperti lari, trampolin, lompat tali, maupun aerobik.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1864 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1692 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1263 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1125 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah