Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Diet Jenis Ini Bisa Bikin Kolesterol Tinggi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ada banyak metode diet yang diklaim efektif menurunkan berat badan. Meski demikian, Anda harus lebih berhati-hati saat memilih metode diet, sebab ada jenis diet yang menurut studi bisa meningkatkan kadar kolesterol tinggi dan memicu serangan jantung.
Dilansir dari CNN, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa diet keto berkaitan erat dengan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan risiko kardiovaskular atau penyakit jantung, seperti penyumbatan arteri, serangan jantung, dan stroke.
Dalam diet keto, seseorang membatasi asupan karbohidratnya hanya 20 sampai 50 sehari, semakin rendah karbohidrat disebut semakin baik. Keto atau ketosis adalah keadaan metabolisme yang terjadi ketika organ hati menggunakan lemak yang tersimpan untuk menghasilkan keto untuk energi.
"Studi kami menemukan konsumsi teratur dari diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi," sebut penulis utama studi, Dr. Iulia Iatan dengan Klinik Pencegahan Program Jantung Sehat, Rumah Sakit St. Paul dan Pusat Inovasi Paru Jantung Universitas British Columbia, dikutip Senin (6/3/2023).
Dalam studi tersebut, para peneliti membandingkan 305 orang yang melakukan diet keto dengan sekitar 1.200 orang yang melakukan diet standar. Penelitian tersebut menggunakan informasi kesehatan dari database Inggris UK Biobank yang memantau orang selama setidaknya satu dekade.
Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa orang yang menjalankan diet keto memiliki tingkat kolesterol jahat dan apolipoprotein B yang lebih tinggi. Apolipoprotein B adalah protein yang melapisi protein kolesterol LDL dan dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa total asupan lemak peserta diet keto lebih tinggi.
"Setelah rata-rata 11,8 tahun masa tindak lanjut, orang yang menjalani diet rendah karbohidrat berisiko dua kali lebih tinggi terkena penyakit jantung. Beberapa adalah kejadian kardiovaskular utama, seperti penyumbatan arteri, serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer," ujar para peneliti.
Iatan mengatakan, alasan penelitian ini dilakukan adalah karena dia menemukan pasien di klinik pencegahan kardiovaskularnya dengan hiperkolesterolemia parah setelah menjalani diet rendah karbo.
Hiperkolesterolemia adalah kondisi ketika kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang menderita serangan jantung atau kardiovaskular lainnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1868 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1698 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1266 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1132 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah