Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Hujan Lebat di Sukawati, Jalan Kebanjiran, Pagar Roboh
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Hujan lebat yang terjadi Kamis (13/4) berlangsung cukup lama, dari siang hingga menjelang sore hari. Intensitas hujan tinggi itu menyebabkan luapan air di sejumlah titik. Salah satunya di desa Guwang, Kecamatan Sukawati.
Guyuran hujan menyebabkan banjir yang berlokasi di Jalan Kusalawa, Banjar Buluh, Desa Guwang. Banjir yang terjadi hampir selutut orang orang dewasa. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta membenarkan kejadian tersebut.
“Bahkan pagar rumah jebol karena intensitas hujan lebat,” jelasnya.
Setelah mendapatkan laporan kebencanaan, BPBD menerima informasi jika pemilik rumah yang pagarnya sampai jebol itu di rumah I Ketut Suja.
Material pagar berupa batako dan tanah itu jatuh ke jalan yang sedang kebanjiran. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, semisal material ditabrak, maka BPBD langsung menuju lokasi banjir.
Baca juga:
Bali Waspadai Dampak Siklon Tropis Ilsa
“TRC (Tim Redaksi Cepat) assesment ke lokasi, cari tahu penyebabnya, bila memungkinkan tangani sumber luapan,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada dengan cuaca yang tidak menentu. Panas terik mendadak hujan lebat berpotensi bencana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4538 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1610 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun