Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
PDIP Ingin Umumkan Lebih Dulu Capres Sebelum Bicara Koalisi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya ingin lebih dulu mengumumkan nama calon presiden (capres) yang diusung sebelum membahas masalah koalisi dengan partai lain.
Hasto menuturkan PDIP selama ini sebenarnya pun melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Namun, kata dia, sifatnya bukan untuk melakukan konsolidasi atau membahas koalisi.
"Apa yang dilakukan ujung-ujungnya kan akan berbicara siapa yang menjadi capres, siapa yang menjadi cawapres sehingga dalam konteks komunikasi politik yang dilakukan gagasan kerjasama (koalisi) besar sangat bagus, itu positif. Tetapi konsolidasi dari kerja sama itu akan terjadi setelah nanti diumumkan siapa capresnya dari PDIP," tutur dia di Jakarta, Sabtu (15/4).
Saat ditanya lebih lanjut soal apakah PDIP akan bergabung dengan koalisi atau berjalan sendiri, Hasto tak menjawabnya secara gamblang.
Hasto menyebut PDIP memiliki spirit membangun kerja sama dengan gotong royong yang merupakan saripati Pancasila. Ia turut menyinggung pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, proses konsolidasi sedikit terhambat lantaran banyaknya manuver dan kerja sama pragmatis di DPR.
"Kami ingin kerjasama itu didasarkan pada suatu platform agenda pemerintahan, misalnya terakit dengan pangan PDIP mendorong kedaulatan pangan sehingga akan sulit misalnya kerja sama dengan partai yang hobinya adalah impor pangan misalnya," kata Hasto.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menepis kabar yang menyebut partainya mensyaratkan jatah capres jika bergabung dengan Koalisi Besar. Said enggan partainya dinilai sombong dengan mematok syarat tersebut, kendati PDIP memang memegang tiket penuh pencalonan.
"Enggak ada syarat-syaratan. Duduk dulu lah. Bangsa ini mau ke mana ke depan, karena seakan-akan PDIP sombong karena belum apa-apa bicara syarat. Kami tidak seperti itu," kata Said di kompleks parlemen, Selasa (11/4).
Wacana koalisi besar mengemuka dalam pertemuan antara lima ketua umum partai koalisi pemerintah dengan Presiden Jokowi di Kantor DPP PAN pada Minggu (2/3) lalu.
Mereka yang hadir antara lain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjamu Airlangga Hartarto (Golkar), Prabowo Subianto (Gerindra), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Mardiono (PPP), sedangkan PDIP tidak hadir dalam pertemuan itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 615 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 501 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan