Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Dulu Pematung Kayu, Begini Kisah Petahana Made Budiasa Empat Kali Maju ke DPRD Gianyar
beritabali/ist/Dulu Pematung Kayu, Begini Kisah Petahana Made Budiasa Empat Kali Maju ke DPRD Gianyar.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Anggota DPRD Gianyar dari PDIP, Made Budiasa sudah tiga periode duduk di DPRD Gianyar. Pada pemilihan legislatif 2024, Budiasa maju lagi untuk keempat kalinya dari Dapil Ubud. Dia telah resmi mendaftar ke KPU untuk bertarung.
Kendati sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Gianyar, ia pun tetap aktif di sejumlah asosiasi termasuk asosiasi perajin kayu dan kemasyarakatan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat. Menurutnya dengan terjun di asosiasi maka wakil rakyat akan lebih peka dan tahu situasi yang dialami masyarakat kecil.
“Kami tahu apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga bisa difasilitasi pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat (12/5).
Budiasa mengisahkan, dirinya sebelum menjadi anggota dewan, pernah sebagai pematung kayu. Dia juga sering ikut pameran-pameran untuk memasarkan hasil karyanya di tingkat nasional.
Baca juga:
Tak Nyaleg Lagi, Petahana di Karangasem Serahkan Tongkat Estafet ke Anaknya di Pileg 2024
“Sambil menjalankan usaha, saya dilirik oleh masyarakat di desa untuk menjadi Perbekel 2001 selama 10 tahun. Setelah itu ikut pencalonan legislatif Dapil Ubud karena didukung oleh masyarakat,” kenang dia.
Setelah menjadi anggota dewan, Made Budiasa pun mengumpulkan para seniman kayu untuk memberikan wadah dalam mengakomodir kepentingan dan hasil karya seniman. Pihaknya sempat menempati Komisi II DPRD Kabupaten Gianyar.
Selanjutnya Ketua Badan Legislasi dan sekarang masih Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah yang membuat Peraturan Daerah (Perda) di DPRD Gianyar.
Setelah tiga kali menjadi wakil rakyat, pada Pemilu 2024 nanti, Budiasa kembali maju menjadi calon wakil rakyat untuk mewadahi aspirasi para seniman.
“Terkait hasil karya seniman ada beberapa yang akan dipatenkan nanti dan diakomodir supaya tidak bisa dijiplak karena kecanggihan teknologi. Maka kami berusaha membikin model-model yang susah ditiru,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun