Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Polandia Ketar-Ketir 100 Tentara Wagner di Perbatasan, Bisa Menyusup
beritabali.com/cnnindonesia.com/Polandia Ketar-Ketir 100 Tentara Wagner di Perbatasan, Bisa Menyusup
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, mengatakan lebih dari 100 personel tentara bayaran Rusia, Wagner Group, kini berada di dekat perbatasan negaranya.
Morawiecki mengaku mendapatkan informasi bahwa tentara-tentara Wagner itu kini tak jauh dari Grodno, kota di barat Belarus yang dekat dengan perbatasan antara Polandia dan Lithuania.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (29/7), Morawiecki kembali menggarisbawahi kekhawatirannya selama ini bahwa tentara Wagner bisa menyamar sebagai petugas perbatasan Belarus dan membantu para imigran menyusup.
Menurutnya, Wagner dapat melakukan aksi itu untuk memicu ketidakstabilan di Polandia. Namun, ia juga mengungkap kemungkinan lainnya.
"Mereka mungkin menyamar sebagai petugas perbatasan Belarus dan membantu imigran ilegal masuk Polandia, membuat Polandia tidak stabil, tapi mereka juga bisa menyusup ke Polandia berpura-pura menjadi imigran ilegal dan itu menambak risiko," ucapnya, seperti dikutip CNN.
Morawiecki lantas mengeluhkan bahwa sejak awal tahun ini saja, sekitar 16 ribu imigran berupaya menyusup ke Polandia karena "desakan" Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Hingga kini, belum diketahui pasti alasan pasukan Wagner berada di Grodno. Namun, markas Wagner memang dipindahkan ke Belarus setelah tentara pimpinan Yevgeny Prigozhin itu sempat berupaya menggulingkan pemerintahan Rusia.
Jika benar pasukan Wagner berada di perbatasan Polandia, negara-negara NATO dan Uni Eropa diprediksi kuat bakal naik pitam.
Pasalnya, Grodno terletak di dekat Suwalki Gap, yaitu tanah di perbatasan Lithuania dan Polandia. Letak kawasan itu menjadi sangat penting karena dikelilingi Rusia, Belarus, dan dua negara NATO, yaitu Lithuania dan Polandia.
Alhasil, meski garis perbatasan itu hanya 96 kilometer, jalur tersebut sangat penting. Jalur itu bahkan disebut-sebut sebagai kawasan paling berbahaya di dunia karena pergerakan yang salah sedikit saja bisa memicu konflik besar antara Rusia dan NATO.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1906 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1735 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1288 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1156 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah