Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 19 Oktober 2026
Polandia Ketar-Ketir 100 Tentara Wagner di Perbatasan, Bisa Menyusup
beritabali.com/cnnindonesia.com/Polandia Ketar-Ketir 100 Tentara Wagner di Perbatasan, Bisa Menyusup
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, mengatakan lebih dari 100 personel tentara bayaran Rusia, Wagner Group, kini berada di dekat perbatasan negaranya.
Morawiecki mengaku mendapatkan informasi bahwa tentara-tentara Wagner itu kini tak jauh dari Grodno, kota di barat Belarus yang dekat dengan perbatasan antara Polandia dan Lithuania.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (29/7), Morawiecki kembali menggarisbawahi kekhawatirannya selama ini bahwa tentara Wagner bisa menyamar sebagai petugas perbatasan Belarus dan membantu para imigran menyusup.
Menurutnya, Wagner dapat melakukan aksi itu untuk memicu ketidakstabilan di Polandia. Namun, ia juga mengungkap kemungkinan lainnya.
"Mereka mungkin menyamar sebagai petugas perbatasan Belarus dan membantu imigran ilegal masuk Polandia, membuat Polandia tidak stabil, tapi mereka juga bisa menyusup ke Polandia berpura-pura menjadi imigran ilegal dan itu menambak risiko," ucapnya, seperti dikutip CNN.
Morawiecki lantas mengeluhkan bahwa sejak awal tahun ini saja, sekitar 16 ribu imigran berupaya menyusup ke Polandia karena "desakan" Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Hingga kini, belum diketahui pasti alasan pasukan Wagner berada di Grodno. Namun, markas Wagner memang dipindahkan ke Belarus setelah tentara pimpinan Yevgeny Prigozhin itu sempat berupaya menggulingkan pemerintahan Rusia.
Jika benar pasukan Wagner berada di perbatasan Polandia, negara-negara NATO dan Uni Eropa diprediksi kuat bakal naik pitam.
Pasalnya, Grodno terletak di dekat Suwalki Gap, yaitu tanah di perbatasan Lithuania dan Polandia. Letak kawasan itu menjadi sangat penting karena dikelilingi Rusia, Belarus, dan dua negara NATO, yaitu Lithuania dan Polandia.
Alhasil, meski garis perbatasan itu hanya 96 kilometer, jalur tersebut sangat penting. Jalur itu bahkan disebut-sebut sebagai kawasan paling berbahaya di dunia karena pergerakan yang salah sedikit saja bisa memicu konflik besar antara Rusia dan NATO.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4488 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2112 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2029 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1645 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1490 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan