Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 19 Juli 2026
Ganjar Akan Koreksi Program Jokowi Yang Tak Pas Jika Menang Pilpres
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bakal calon presiden Ganjar Pranowo mengatakan akan mengoreksi pelbagai program Presiden Joko Widodo yang dirasa kurang pas jika terpilih sebagai presiden di Pilpres 2024.
Ganjar melontarkan pernyataan itu saat ditanya soal hasil survei lembaga Australia, Utting Research, yang menunjukkan hanya 18 persen responden ingin kandidat capres melanjutkan program pemerintahan Jokowi.
"Kecuali kalau ada yang tak benar kita hentikan, kecuali ada yang tak pas, kita koreksi," kata Ganjar di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (29/7).
Meski begitu, Gubernur Jawa Tengah ini memastikan pelbagai program pemerintahan Jokowi tidak bisa serta-merta dihentikan.
Ia lantas mencontohkan program infrastruktur penting dilakukan demi mengatasi persoalan ekonomi dan sosial.
"Kalau infrastruktur enggak dilanjutkan, kamu mau lewat jalan apa untuk bisa membereskan persoalan ekonomi dan sosial?" kata dia.
Namun, Ganjar menyatakan keberlanjutan program Jokowi nantinya bukan berarti sama persis. Nantinya, ia akan terus mendengar aspirasi dan kritik masyarakat soal program-program tersebut.
"Masa plak-ketiplak gitu? Kan ada yang keliru, hari ini kritik kepada pemerintah soal penegakan hukum yang belum baik, kan kita dengerin," tuturnya.
Sikap para capres yang berlaga di Pilpres soal keberlanjutan program-program unggulan Jokowi memang terus menjadi sorotan.
Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sempat melakukan survei pada 2-5 Mei lalu untuk mengetahui persepsi publik terkait bakal capres mana yang akan melanjutkan atau mengubah program pemerintahan Jokowi usai Pilpres 2024.
Hasil survei itu menunjukkan sebanyak 58 persen responden Ganjar akan melanjutkan kebijakan Jokowi, sementara 22 persen lainnya menganggap bacapres itu tidak bakal melanjutkan, dan 19 persen lainnya tak menjawab.
Sebaliknya 47 persen menyatakan Anies akan mengubah kebijakan Jokowi jika jadi presiden. Sementara itu, 27 persen menyatakan Anies melanjutkan, dan yang belum jawab mencapai 26 persen.
Sementara itu, bacapres Gerindra Prabowo Subianto berada di tengah-tengah antara melanjutkan atau mengubah program Jokowi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3722 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1340 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1266 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun