Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
50 Pemandu Rafting di Gianyar Ikuti Sertifikasi Kompetensi dari Kemenpar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 50 pemandu arung jeram atau rafting guide mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan LSP Pramindo di kawasan Masing Adventure Rafting, Gianyar.
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata sekaligus memperkuat standar keselamatan wisata petualangan di Bali, khususnya pada aktivitas rafting di Sungai Ayung, Ubud.
Lead Asesor LSP Pramindo, Erwan Maulana, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi hal penting bagi seluruh pemandu wisata sebagai bentuk pengakuan profesional terhadap kemampuan kerja mereka.
Menurutnya, masih banyak pemandu rafting yang telah bekerja bertahun-tahun namun belum memiliki legalitas profesi melalui sertifikasi resmi.
“Pemandu wisata wajib memiliki sertifikasi. Selama dua hari peserta mengikuti proses uji kompetensi melalui metode langsung dan tidak langsung. Ada wawancara, observasi lapangan hingga demonstrasi praktik,” ujarnya.
Dalam proses asesmen, peserta diuji terkait berbagai materi penting mulai dari standar pelayanan wisata, mitigasi risiko, penanganan kondisi darurat hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Selain itu, para peserta juga menjalani simulasi penyelamatan di sungai seperti teknik lempar tali penyelamatan, penanganan perahu terbalik hingga evakuasi wisatawan saat kondisi darurat di lintasan rafting.
“Asesor akan mengobservasi apa yang dilakukan peserta dan membandingkan dengan bukti sesuai standar kompetensi. Dari situ kemudian direkomendasikan apakah peserta dinyatakan kompeten atau belum kompeten,” tambah Erwan.
Wakil Ketua Umum FAJI Bali, I Ketut Weji, mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata, asesor serta pelaku industri wisata arung jeram atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 22 operator rafting di kawasan Sungai Ayung dengan jumlah pemandu mencapai sekitar 600 orang. Namun sebagian besar disebut belum memiliki sertifikasi kompetensi resmi.
“Sertifikasi ini sangat penting bagi pemandu rafting. Walaupun mereka sudah bekerja sesuai standar operasional, tetap perlu legalitas profesi melalui sertifikasi,” katanya.
FAJI Bali sebelumnya mengusulkan kuota sertifikasi bagi 100 peserta. Namun pada tahun ini baru 50 orang yang dapat difasilitasi pemerintah pusat.
Menurut Weji, program sertifikasi perlu dilakukan secara berkelanjutan mengingat rafting termasuk wisata berisiko tinggi yang membutuhkan standar keselamatan ketat.
“Lintasan rafting di Sungai Ayung panjangnya sekitar 17 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Selain peningkatan kompetensi SDM, pemerintah juga disebut telah melakukan berbagai langkah mitigasi di jalur rafting Sungai Ayung, seperti penebangan pohon rawan tumbang dan pembersihan area sungai untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun longsor.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata RI, Fadjar Hutomo menegaskan sertifikasi tidak hanya penting bagi individu pemandu, tetapi juga bagi keberlangsungan industri wisata petualangan di Bali.
Menurutnya, wisata rafting memiliki potensi besar karena memadukan keindahan alam dan pengalaman wisata unik, namun di sisi lain memiliki risiko tinggi yang harus diantisipasi secara serius.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Aktivitas rafting di Sungai Ayung memiliki risiko tinggi dan jika terjadi kecelakaan bisa berdampak pada citra pariwisata Bali,” ujarnya.
Ia menambahkan, para pemandu rafting dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami kondisi alam seperti cuaca, debit sungai hingga potensi bencana.
“Kadang wisatawan juga ada yang tidak disiplin terhadap instruksi keselamatan. Karena itu pemandu harus benar-benar kompeten dalam mengendalikan situasi di lapangan,” katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli