Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
18 Titik Berpotensi Terjadi Banjir Bandang di Bali, Waspada Gerakan Tanah
bbn/ilustrasi/dok beritabali/18 Titik Berpotensi Terjadi Banjir Bandang di Bali, Waspada Gerakan Tanah.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam pemetaan potensi banjir bandang, terungkap di wilayah Bali terdapat 18 titik. Semua titik tersebut tersebar di 7 titik wilayah Kabupaten Karangasem, 6 titik di Kabupaten Buleleng, 3 titik di Kabupaten Tabanan, dan 2 titik di Kabupaten Klungkung.
Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, menyebutkan, potensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan itu lantaran didasari ada potensi gerakan tanah mulai dari tingkatan menengah sampai tinggi.
Atas dasar tersebut, Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan bersurat kepada Gubernur/Pj Gubernur Bali perihal Peta Prakiraan Gerakan Tanah di Bali untuk periode Desember 2023.
Peta ini dapat dirujuk sebagai peringatan dini bagi pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.
"(Surat ini) dalam rangka upaya mitigasi risiko gerakan tanah dan membangun kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadapi ancaman gerakan tanah/tanah longsor," demikian isi surat bertanggal 18 November 2023.
Selain dipetakan 18 titik rawan potensi banjir bandang, jumlah titik potensi gerakan tanah mulai level menengah sampai tinggi jauh lebih banyak, yakni tersebar di 53 lokasi/kecamatan di 8 kabupaten di Bali.
Jauh sebelumnya, masing-masing BPBD kabupaten/kota di Bali juga sudah melakukan pemetaan dan sekaligus mitigasi dari risiko dampak tanah longsor tersebut.
Seperti Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa misalnya, mengimbau warganya untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman untuk warga tinggal di lokasi yang dinilai rawan longsor jika terjadi hujan lebat.
Pasalnya ada permukiman warga yang dasar rumahnya hasil dari memotong bukit.
"Nah potongan bukit yang di bagian atasnya ini yang sangat rawan longsor jika terjadi hujan lebat. Untuk itu kami imbau untuk mengungsi sementara saat terjadi hujan lebat demi keselamatan," ujarnya. (sumber: metrotvnes.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4570 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2374 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2029 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1075 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun