Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
18 Titik Berpotensi Terjadi Banjir Bandang di Bali, Waspada Gerakan Tanah
bbn/ilustrasi/dok beritabali/18 Titik Berpotensi Terjadi Banjir Bandang di Bali, Waspada Gerakan Tanah.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam pemetaan potensi banjir bandang, terungkap di wilayah Bali terdapat 18 titik. Semua titik tersebut tersebar di 7 titik wilayah Kabupaten Karangasem, 6 titik di Kabupaten Buleleng, 3 titik di Kabupaten Tabanan, dan 2 titik di Kabupaten Klungkung.
Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, menyebutkan, potensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan itu lantaran didasari ada potensi gerakan tanah mulai dari tingkatan menengah sampai tinggi.
Atas dasar tersebut, Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan bersurat kepada Gubernur/Pj Gubernur Bali perihal Peta Prakiraan Gerakan Tanah di Bali untuk periode Desember 2023.
Peta ini dapat dirujuk sebagai peringatan dini bagi pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.
"(Surat ini) dalam rangka upaya mitigasi risiko gerakan tanah dan membangun kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadapi ancaman gerakan tanah/tanah longsor," demikian isi surat bertanggal 18 November 2023.
Selain dipetakan 18 titik rawan potensi banjir bandang, jumlah titik potensi gerakan tanah mulai level menengah sampai tinggi jauh lebih banyak, yakni tersebar di 53 lokasi/kecamatan di 8 kabupaten di Bali.
Jauh sebelumnya, masing-masing BPBD kabupaten/kota di Bali juga sudah melakukan pemetaan dan sekaligus mitigasi dari risiko dampak tanah longsor tersebut.
Seperti Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa misalnya, mengimbau warganya untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman untuk warga tinggal di lokasi yang dinilai rawan longsor jika terjadi hujan lebat.
Pasalnya ada permukiman warga yang dasar rumahnya hasil dari memotong bukit.
"Nah potongan bukit yang di bagian atasnya ini yang sangat rawan longsor jika terjadi hujan lebat. Untuk itu kami imbau untuk mengungsi sementara saat terjadi hujan lebat demi keselamatan," ujarnya. (sumber: metrotvnes.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 695 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 382 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 317 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 305 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 246 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar