Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Kakek Yang Meninggal Saat Kunker Jokowi Alami Gagal Jantung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang kakek bernama Marhan Harahap meninggal dunia ketika ingin memasuki masjid yang juga dikunjungi Presiden Jokowi. Hasil pemeriksaan dokter, Marhan memiliki riwayat penyakit Chronic Heart Failure (gagal jantung kronis).
Kasi Humas Polres Labuhanbatu, Iptu Parlando Napitupulu mengatakan Marhan Harahap meninggal pada Jumat 18 Maret 2024 tepatnya saat hendak melaksanakan Salat jumat berjamaah di Masjid Agung Rantauprapat di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
"Sebelum meninggal, almarhum Marham sempat dilarikan ke RSUD Rantauprapat namun pada pukul 13.25 WIB dinyatakan meninggal. Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit bahwa almarhum memiliki riwayat gagal jantung kronis," kata Iptu Parlando kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/3)
Menurut Iptu Parlando Napitupulu, areal masjid sudah disterilkan oleh tim pengamanan Ring 1 saat kakek datang. Diketahui, Ring 1 merupakan area Presiden yang dijaga Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).
"Itu Ring 1 semua yang di depan. Karena masjid sudah penuh sebelum datang presiden masyarakat sudah banyak yang masuk ke dalam masjid untuk salat Jumat," ujarnya.
Dia menyebut saat itu kondisi masjid sudah membeludak Korban datang di saat Presiden Jokowi sudah berada di dalam masjid. Korban diadang satuan pengamanan karena kondisi masjid sudah penuh sehingga tak memungkinkan lagi jika korban masuk.
"Jadi enggak muat lagi kebetulan saat itu presiden mau masuk, sudah masuk pengawalan dari Paspampres bapak ini mau masuk dicegat. Karena gak boleh sudah penuh. Kejadiannya saat mau salat Jumat. Sudah masuk presiden itu ke dalam. Paspampres masuk, bapak itu datang di saat bersamaan," ungkapnya.
Iptu Parlando mendapat kabar Marhan meninggal dunia, Kapolres Labuhanbatu beserta Forkopimda melakukan kunjungan ke kediaman almarhum Marhan di Jalan Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.
"Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk simpati dan dukungan kepada keluarga almarhum Marhan Harahap. Kapolres beserta rombongan menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Bapak Marhan," urainya.
Diketahui, Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (15/3).
Saat kunjungan itu, seorang kakek meninggal dunia setelah diadang petugas ketika ingin memasuki masjid yang juga dikunjungi Jokowi. Terlihat dalam video yang beredar di media sosial.
Dalam kunjungannya, Jokowi melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Rantauprapat di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Saat itu masjid tampak dihadiri ratusan warga yang antusias melihat kedatangan Presiden RI Jokowi.
Di video pertama, tampak seorang kakek bernama Marhan Harahap berjalan menuju masjid bersejarah tersebut. Setibanya di depan gerbang masjid, Marhan yang mengenakan jubah panjang berwarna putih tiba tiba dihadang seorang polwan berkerudung coklat.
Kakek tersebut mengangkat tangannya memohon izin kepada Polwan tadi agar diperbolehkan memasuki masjid. Namun petugas wanita tadi tak memberikan izin. Kemudian datang aparat kepolisian lainnya dan TNI langsung ikut mencegat korban.
Selanjutnya korban dibawa ke bahu jalan. Dalam video, korban tampak tersungkur. Setelah itu kakek tadi pun tak sadarkan diri.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1202 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 935 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 766 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 699 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik