Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Memandikan Rupang Warnai Perayaan Hari Waisak di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, tidak khusyuk dirayakan bagi umat Buddha. Bahkan warga Hindu Bali pun juga melakukan persembahyangan di sejumlah konco yang berada dalam satu area Pura.
Terlebih hari suci Waisak yang jatuh pada Kamis (23/05) ini bersamaan dengan rahinan Kajeng Kliwon umat hindu Bali. Sejumlah umat pun nampak berdatangan di Vihara Dharmayana Kuta, dimana lokasi tempat ibadah untuk merayakan Trisuci Waisak 2568 BE.
Bahkan perayaan Trisuci Waisak di Vihara Dharmayana Jalan Patih Jelantik Kuta, begitu sangat terlihat kental akan budaya Bali. Sebelum umat melakukan persembahyangan, dilakukan upacara mandikan Bayi Buddha "Rupang" di Waisak.
Pada perayaan Waisak kali ini, mengambil tema "Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa".
"Setiap perayaan hari suci Waisak di Vihara ini selalu ada tradisi mandikan Bayi Buddha Rupang. Nantinya semua umat yang datang mengikuti untuk memandikan rupang," tutur salah seorang pengayah Vihara, Kamis 23 Mei 2024.
Hari Waisak merupakan peringatan suci atas tiga momentum. Pertama kelahiran sang Buddha Gautama, kedua pencapaian kesempurnaan sang Buddha, ketiga parinirwana sang Buddha atau kematian sang Buddha menuju ke Nirwana.
Pemandian Rupang ini juga dimaknai bahwa umat Buddha harus suci dalam ucapan, pikiran dan perbuatan. Air untuk memandikan rupang inilah juga dimaknai umat Buddha harus suci lahir dan batin.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun