Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Bocah 3,5 Tahun Tewas Hanyut di Saluran Irigasi Desa Pesagi Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang anak laki-laki berusia 3,5 tahun, Irsa Ramadhon, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di saluran irigasi di Jalan Pesagi, Desa Pesagi, Kecamatan Karangasem, pada Sabtu (30/11/2024) malam.
Peristiwa tragis ini bermula ketika Irsa pergi berbelanja ke warung bersama saudaranya. Namun, sesaat setelah mereka berpisah, saudaranya kembali ke rumah sementara Irsa tidak terlihat. Keluarga dan warga sekitar segera melakukan pencarian, dan petunjuk pertama yang ditemukan adalah sandal milik korban di sekitar aliran irigasi.
Pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat tidak membuahkan hasil, sehingga pada pukul 23.05 WITA, permintaan bantuan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar diterima. Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.30 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa tim SAR dari Pos SAR Karangasem segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Setelah menerima informasi, kami langsung mengirimkan lima personel ke lokasi," jelasnya.
Tim SAR gabungan, yang juga melibatkan unsur Polsek Karangasem, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Pesagi, BPBD Karangasem, keluarga korban, serta masyarakat setempat, memfokuskan pencarian di sepanjang saluran irigasi. Sandal yang ditemukan menjadi petunjuk penting yang mengarahkan tim untuk melanjutkan pencarian.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Minggu (1/12/2024) pukul 00.20 WITA, sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya, dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah Irsa kemudian dibawa ke RSUD Karangasem untuk proses lebih lanjut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun