Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Warga Nusa Penida Gelar Prosesi Penguburan Ular Piton Layaknya Manusia
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Warga Banjar Adat Gelagah, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menggelar upacara penguburan seekor ular piton pada Minggu (2/2/2025).
Upacara penguburan tak biasa tersebut menjadi viral di sosial media, konon menurut informasi hal itu dilakukan warga karena ular tersebut diyakini memiliki nilai sakralnya.
Dalam video yang beredar, terlihat warga mengenakan pakaian adat tengah memandikan bangkai ular sepanjang 4 meteran tersebut. Setelah dimandikan, ular itu diberikan banten dan dikuburkan layaknya prosesi penguburan manusia di Bali.
Ritual tersebut, dikatakan dilaksanakan pada lokasi ditemukannya pertama kali bangkai ular piton tersebut yakni di kawasan pelaba pura dekat Balai Banjar Gelagah.
Menurut Kelihan Banjar Adat Gelagah, I Wayan Duduk, ular tersebut telah lama mendiami sebuah pohon besar yang ada di pelaba pura. Areal di sekitar pohon tersebut selama ini sangat dikeramatkan karena berada di antara tiga pura, yaitu Pura Geria, Pura Paibon, dan Pura Banjar.
Usut punya usut, kejadian bermula pada Kamis (30/1/2025), saat itu warga tak sengaja menemukan ular tersebut dan sempat mencoba mengusirnya dengan kayu. Tetapi ular tersebut diam dan tidak bergeming, bahkan setelah dipukul beberapa kali.
Jro Mangku Darma salah satu tokoh masyarakat setempat ikut mencoba mengusirnya, namun ular justru menjilat tangannya. Akhirnya, kepala ular itu dipukul hingga mati.
"Setelah ular itu mati, warga kemudian berencana untuk membuang bangkainya sejauh enam kilometer dari lokasi penemuan. Namun, beberapa warga yang mencoba menarik bangkai ular itu mendadak merasa panas-dingin," ujarnya.
Setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian, Jro Mangku Darma bermimpi didatangi oleh sosok besar yang mengaku sebagai pemilik ular tersebut dan meminta agar bangkainya dikuburkan dengan layak.
Mimpi serupa juga dialami oleh warga lain yang pertama kali menemukan ular tersebut. Merasa ada pertanda, warga akhirnya menggali kembali bangkai ular itu dan menguburkannya dengan banten dan uang.
Namun, Jro Mangku Darma masih merasa tidak tenang setelah membunuh ular itu. Ia mengusulkan agar diadakan upacara penguburan yang lebih lengkap untuk mencegah kemungkinan musibah di Banjar Gelagah. Setelah mendapat persetujuan, seluruh warga sebanyak 137 kepala keluarga turut berpartisipasi dalam prosesi tersebut.
Saat upacara berlangsung, beberapa warga mengalami kerauhan, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di Banjar Gelagah. Hal ini semakin memperkuat keyakinan warga bahwa ular tersebut memang memiliki kekuatan sakral.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 749 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 684 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik