Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
MDA Tekankan Penyelesaian Konflik Adat di Bali Secara Humanis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan pentingnya penyelesaian konflik adat dengan pendekatan humanis dan semangat kebersamaan.
Hal ini disampaikannya dalam pertemuan di Renon, Denpasar, terkait berbagai permasalahan yang pernah terjadi, termasuk kasus di Sumberklampok.
“Kita semua berharap kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang. Namun, jika terjadi kesalahpahaman, baik besar maupun kecil, mari kita selesaikan dengan cara kekeluargaan dan saling memaafkan,” jelasnya belum lama ini.
Ia mengingatkan bahwa sebagai masyarakat Bali, sudah seharusnya menjunjung tinggi toleransi dan rasa hormat antar sesama.
"Semangat menyama braya, semangat kekeluargaan, dan kebersamaan harus kita jaga," tambahnya.
Dirinya menyebutkan, terkait gangguan yang mungkin terjadi saat perayaan besar seperti Hari Raya Nyepi, Ida Penglingsir mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan menyelesaikan permasalahan dengan baik.
“Setiap tahun pasti ada saja pelanggaran, tapi jika niatnya bukan untuk merusak, kita harus membina mereka dengan baik,” tegasnya.
Baca juga:
Tuntaskan Konflik Adat, Polres Bentuk Tim
Ia juga menekankan bahwa kesalahpahaman bukanlah kejahatan serius seperti terorisme, sehingga harus diselesaikan secara bijak tanpa memperkeruh situasi.
"Yang terpenting adalah menjaga keharmonisan dan memastikan Bali tetap damai," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 749 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik