Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Momentum HUT Kota Singaraja untuk Lestarikan Kearifan Lokal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng tengah mengadakan rangkaian acara dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-421 Kota Singaraja.
Salah satu kegiatan dalam rangkaian tersebut, ialah Lomba Olahraga Tradisional yang diselenggarakan antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkup Pemkab Buleleng.
Kegiatan tersebut diadakan di Pantai Titik 0 Lovina Singaraja, Jumat (21/03).
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengikuti kegiatan dari awal hingga berakhir, dan memberikan semangat bagi para peserta perlombaan. Diadakan 4 jenis perlombaan yakni ; Terompah Panjang Beregu Putri, Gebug Bantal Perorangan Putri, Tajog Perorangan Putra, Estafet Lari Karung Beregu Putra. Masing-masing perlombaan diikuti oleh 44 Regu.
Bupati Buleleng Sutjidra menyampaikan bahwa dipilihnya pelaksanaan Lomba Olahraga Tradisional dalam memeriahkan HUT Ke-421 Kota Singaraja ialah untuk senantiasa berupaya melestarikan kearifan lokal. Dimana salah satunya, ialah permainan atau perlombaan olahraga tradisional. Bupati Sutjidra mengharapkan, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, tradisi-tradisi yang dimiliki bisa bangkit dan senantiasa lestari.
"Kita ingin mensosialisasikan bahwa ini ada loh olahraga tradisional yang kita perlu lestarikan. Ini kearifan lokal yang ada di Bali ya. Kita ingin dalam momen HUT Ke-421 Kota Singaraja kembali tradisi-tradisi itu kita bangkitkan kembali," ucapnya.
Pemilihan lokasi kegiatan pun memiliki makna tersendiri. Kali ini, perlombaan yang diadakan di Pantai Titik 0 Lovina Singaraja, di Desa Kaliasem dipilih untuk mengingatkan seluruh pegawai dan juga masyarakat luas bahwa disinilah titik 0 Lovina yang sebenarnya. Dimana Lovina sendiri, merupakan ikon pariwisata kebanggan Kabupaten Buleleng yang sudah masyhur dikenal masyarakat luas. Daerah Lovina pertama kali diperkenalkan oleh Anak Agung Panji Tisna.
"Jadi kita kilas balik bahwa sejarah Lovina ini ada di titik nol ini. Di di depan Hotel Tasikmadu di Desa Kaliasem. Jadi untuk sekalian juga mengingatkan bahwa sejarah dari Kota Singaraja ini tidak lepas dari perjalanan Ki Barak Panji Sakti dan salah satu pewarisnya itu Anak Agung Panji Tisna," ungkap Sutjidra.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1120 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 884 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 706 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 655 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik